Berburu Software Gratis di 4shared-4SHARED merupakan salah satu Web storage online terkenal, yakni suatu situs yang menyediakan fasilitas penyimpanan file secara online melalui proses upload dan Download. Dalam hal ini, layanan 4shared bersifat gratis. Karena itu, banyak memiliki peminat, sehingga software yang tersimpan di 4shared, cukup beragam. Di samping proses registrasi yang mudah, 4shared menawarkan banyak sekali[Selengkapnya]
Budidaya Ayam Petarung-Awalnya hanya sekedar iseng untuk hiburan tatkala Muhammad Nasir Kholil banyak mengalami berbagai persoalan hidup. 1 ekor ayam petarung miliknya, selalu menemani pria warga Desa Sidojangkung Kecamatan Menganti, setelah seharian sibuk bekerja sebagai salah satu anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PKB. Karena hobinya pada ayam petarung, Nasir kemudian mencoba mengawinkan ayamnya dengan indukan[Selengkapnya]

Berlangganan, Masukkan alamat Email

KEMARAU BASAH, PRODUKSI GARAM TURUN

Musim hujan masih menjadi momok bagi petani garam di Lamongan. Target produksi sebesar 30 ribu ton yang ditetapkan Pemkab Lamongan dipastikan sulit tercapai.

Pemkab Lamongan sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Suyatmoko melalui Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo sebenarnya sudah mengupayakan membuat rumah prisma yang mampu memproduksi garam lebih cepat.

Saat ini, sudah ada empat unit rumah pompa yang dibangun beserta tandon airnya. Dengan rumah prisma yang masing-masing berukuran 49 meter persegi tersebut, garam akan terbentuk dalam dua hari dengan masa panen seminggu setelahnya.

“Kedepan perlu diperbanyak lagi rumah prisma untuk petani garam. Karena rumah pompa ini jauh lebih efektif dan efisien dibanding dengan produksi garam di tempat terbuka yang harus menunggu hingga selama 40 hari. Itupun baru bisa dipanen dua minggu setelah garam terbentuk, “ katanya memberikan gambaran.

Ditambahkan olehnya, pada setiap meter persegi rumah prisma, mampu dihasilkan 1 kilogram garam.

Sementara dengan datangnya hujan yang lebih cepat. Dia menyebut realisasi produksi garam di tahun ini dipastikan akan tidak sebanyak tahun lalu.

“Tahun ini hujan datang lebih cepat. Di bulan-bulan yang biasanya masih kemarau, justru turun hujan, atau kemarau basah. Hal ini menyebabkan produksi garam yang sebelumnya ditargetkan 30 ribu ton sulit untuk bisa terealisasi, “ ujarnya.

Disebutkan olehnya, sampai dengan bulan September ini, realisasi produksi garam masih berkisar kurang lebih 1.000 ton. Itu jauh menurun, jika dibandingkan dengan realisasi bulan September tahun 2015 yang sudah mencapai 30 ribu ton.

Sedangkan di akhir tahun 2015, dari target 30 ribu ton, bisa terealisasi 38.804 ton produksi garam.

Selain itu, untuk luasan areal produksi garam tahun mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan untuk kegatan perikanan. Luas lahan garam di Lamongan tahun 2015 mencapai 213 ha, semntara tahun ini tinggal 200 ha.

Harga garam saat ini sebesar Rp 500 perkilogram. Harga ini termasuk tinggi karena biasanya hanya sebesar Rp 200 perkilogram, bahkan jika produksi banyak bisa hanya  mencapai Rp 150 perkilogram. Sedangkan untuk kualitas, garam di Kabupaten Lamongan termasuk dalam garam KW 1 yang biasanya digunakan dalam rintisan produksi.

 

Selengkapnya...

JAJAN DESA TEMBUS PASAR RITEL MKDERN

Siapa bilang jajanan ndeso seperti keripik jagung, mbothe (umbi talas) atau sukun tidak bisa menjadi makanan berkelas. Sri Wahyuni (Yuni), pemilik UD Lembah Hijau dari Kecamatan Kedungpring bahkan sukses membawa jajanan ndeso Lamongan itu berada di rak display berbagai ritel modern.

Ditemui usai melakukan audiensi dengan Bupati Fadeli, Yuni menuturkan awal usahanya di tahun 2007 dikelolanya seperti ibu-ibu kebanyakan. Membuat jajanan keripik jagung, dikemas dalam wadah plastik sekedarnya, dan hanya dipasarkan di sekitar rumahnya.

Berbekal semangat untuk menjadi lebih baik, Yuni mulai rutin mengikuti berbagai pelatihan. Seperti yang dilakukannya di tahun 2008 dengan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan UPT Pendidikan Pelatihan dan Promosi Ekspor Surabaya.

Dari pelatihan itu, dia mulai meningkatkan kualitas produk dan terutama mengemas jajanan ndeso itu dengan kemasan yang lebih layak pasar. Berbagai pameran dagang pun rutin dia ikuti untuk memasarkan produknya.

Hasilnya, pesanan terus mengalir. Dia bahkan kemudian memutuskan keluar dari pekerjaan tetapnya di BPR Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK) di Kecamatan Glagah yang sudah digelutinya selama 16 tahun. Dari berbagai upaya promotifnya itu, produknya kemudian sukses menembus etalase berbagai ritel modern.

Nama ritel modern seperti Carrefour dan Giant di Surabaya kini rutin mengorder snack dari Yuni. Itu belum termasuk beberapa ritel modern di luar Pulau Jawa yang juga sudah menjadi konsumen tetap UD Lembah Hijau.

“Saat ini kami sudah menerima kontrak memasok snack untuk seluruh jaringan Alfamart di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali, “ ujar Yuni.

Konsumen tetap Yuni lainnya adalah Pemprov Jawa Timur. Mereka rutin memesan 2 ton keripik talas dan 3 ton keripik jagung setiap kali ada pameran atau event tertentu. Di mengungkapkan, kapasitas produksinya kini sudah mencapai 5 kwintal perhari untuk setiap jenis snack.

Penggunaan media internet sebagai sarana produksi membuatnya kini menjadi eksportir. Diceritakannya, di tahun 2014, ada seorang pengusaha Malaysia yang datang ke rumahnya, melihat proses produksi dan kualitas produknya. Rupanya dia mengetahui produk Yuni melalui internet dan tertarik untuk datang. “Dia kemudian sepakat untuk membeli snack jagung dan kami dipercaya untuk mengirimkan berbagai jenis snack lain.

Pengiriman pertama ke Malaysia kami lakukan di tahun 2015, sebanyak 2 kontainer yang berisi snack jagung, snack tempe, nangka, dan terung. Saat ini, kami rutin mengekspor snack Lamongan ke Malaysia 3 kali setahun, “ katanya bercerita.

Usaha yang dilakoninya bukannnya tanpa kendala. Yuni menyebut, untuk mencari pasar menurut dia tidak terlalu sulit. “Kendala kami di tenaga kerja dan bahan baku yang tidak bisa setiap saat tersedia, “ katanya.

Dia kemudian mencontohkan seperti bahan untuk membuat snack dari mbothe yang harus didatangkannya dari Rengel/Tuban. Meski mbothe banyak tersedia disana, namun tidak dengan tenaga kerjanya. “Terkadang mereka lebih memilih untuk bekerja ikut orang lain saat musim hajatan tiba, “ ujar dia.

Dia juga sempat membatalkan order yang sudah disepakati, gara-gara ibu-ibu yang membuat keripik dari bahan daun singkong di Kecamatan Sarirejo tidak mampu memenuhi banyaknya pesanan. “Padahal keripik buatan mereka berkualitas bagus, “ kisahnya.

Sementara intensitasnya untuk terus mengikuti berbagai pameran dagang bahkan membuat Wakil Bupati Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur memintanya untuk memberikan pelatihan di Penajam Paser Utara. Karena disana sukun melimpah, namun seperti tidak ada harganya.

Ketika ditanya soal persaingan usaha, Yuni menyebut sebuah perusahaan besar bahkan sudah menawari untuk memodali dengan nominal berapapun yang dibutuhkan untuk membuat pabrik besar. Namun itu harus dengan syarat, produknya diganti label produk perusahaan itu.

“Ya saya tolak tawaran itu. Saya sudah merintis usaha ini dari kecil sampai sedemikian. Tidak mungkin saya serahkan begitu saja ke orang lain. Belum lagi bagaimana nanti nasib karyawan dan mitra saya di berbagai daerah, “ katanya menjelaskan.

Sedangkan Bupati Fadeli mengaku bangga ada warganya yang mampu merintis usaha sedemikian rupa dengan membawa nama Lamongan. Dia kemudian memeirntahkan kepada Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Gunadi agar memfasilitasi kesulitan yang dialami Yuni. Seperti ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja.

“Usaha seperti ini, setelah kualitasnya diakui pasar, harus dijaga keberlangsungan produksinya. Seperti tadi yang disampaikan terkait tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku. Agar SKPD terkait, memberikan fasilitas sesuai dengan kewenangannya masing-masing, “ pesan Fadeli.

Selengkapnya...

IBU RUMAH TANGGA BELAJAR PRODUKSI OLAHAN IKAN BANDENG

Berbeda ketika teori kemarin, saat ini Rabu (14/9/3016) para ibu rumah tangga Desa Kedanyang ini tampak lebih antusias untuk mengikuti praktik membuat rolade bandeng dana abon bandeng. Pelatihan yang bertempat di Balai Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Gresik Jawa Timur dikemas dalam kegiatan diseminasi kebijakan iklim usaha sektor industri Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan Gresik. 

Dua menu ini merupakan bagian dari 4 menu yang akan diajarkan kepada para ibu rumah tangga oleh instruktur dari Universitas International Semen Indonesia (UISI). Empat menu tersebut yaitu rolade, abon, ekado dan tempura. Kesemuanya berbahan dasar ikan bandeng. Dipilihnya bahan bandeng tersebut atas permintaan warga setempat, karena selama ini produksi bandeng di Desa setempat sangat melimpah. Saat musim panen bandeng, banyak ikan yang berukuran kecil terpaksa dijual murah. Nantinya kalau sudah bisa membuat makanan ini tentu akan memberikan nilai ekonomis.

Saat rolade bandeng diangkat dari penggorengan, semua para ibu yang ikut mencoba mencicipi. “Enak, saya akan mencoba dirumah” tutur Sriwahyuni (49) yang mencoba pertama kali. “Menu ini pasti laku dijual” tambahnya optimis. Hal senada juga disampaikan para perangkat Desa saat disuguhi menu karya ibu-ibu di desanya tersebut. “Sip” tutur Kades Kedanyang, Yasin.  

Dipilihnya ikan bandeng sebagai bahan pelatihan tersebut karena Desa Kedanyang adalah salah satu desa penghasil bandeng. Meski banyak perumahan baru yang berkembang di Desa ini, namun luas areal tambak masih 256,36 hektar dengan produksi sebanyak 1,5 ton per hektar. Hal ini seperti yang disampaikan Kades Kedanyang Almuah yang katanya,“Luas areal tambak di Kedanyang tidak pernah berkurang bahkan bertambah. Karena beberapa areal tambak baru yang mulanya areal persawahan kala musim tertentu menjadi areal tambak”

Selain difasilitasi oleh Pemerintah, Diskoperindag UKM juga mengajak PT Laras Food dan Universitas International Semen Indonesia (UISI) untuk memberikan pemahaman industry mulai dari yang paling dasar sampai pada pemasaran. Antusias para ibu tampak ketika pihak UISI menjelaskan tentang produksi dan memulai industry kecil baru. Beberapa pertanyaan itu misalnya, dimana harus membeli plastic ? bagaimana ijinnya ? bagaimana pemasarannya ? Satu persatu dijelaskan oleh pihak UISI.

 “Kami siap mendampingi sampai ibu bisa. Untuk produksi, kemasan, pemasaran kami akan siap membina” ujar Kabid Perindustrian, Diskoperindag Gresik Ilmul Yaqien. “Kami setiap bulan ada agenda pameran, nanti kalau ibu ibu sudah berproduksi akan kami ikutkan pameran. Tampilkan produksi dengan membawa ciri khas masing-masing” ujarnya memotivasi.   

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik, Najikh mengaku pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi. Mulanya kami menginventarisir produk lokal yang sudah ada kemudian meningkatkan produk lokal tersebut dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan serta pemasaran.

Sesuatu yang khas di desa Kedanyang karena masih tingginya produk perikanan bandeng di desa tersebut serta banyaknya tenaga potensial. Kami menggandeng beberapa institusi. Baik dari perguruan tinggi maupun swasta untuk bersama-sama membantu.

Selengkapnya...

DHUNGKA, MUSIK LESUNG KHAS PULAU BAWEAN

Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur teryata memiliki kesenian khas berbahan Lesung alat tradisional menumbuk padi. Jika di daerah lain menyebutnya dengan Musik Lesung, masyarakat Bawean menyebutnya dengan Musik Dhungka.

Di Bawean, musik Dhungkah masih terpelihara dengan baik hingga kini. Biasanya, masyarakat setempat menggelar kesenian Dhungkah saat menjelang pesta pernikahan dengan memainkannya selama 7 hari berturut turut. Disamping itu, musi, Dhungkah juga dimainkan saat menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke Bawean.

Untuk melestarikannya, masyarakat Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak menggelar lomba musik Dhungkah dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan.

Muhammad Amin, salah seorang warga Tanjug Ori mengatakan Yang paling dikagumi dari music Dhungkah adalah kekompakan para penabuhnya yang kesemuanya adalah ibu-ibu rumah tangga. “Disamping harus kompak, juga menabuhnya dilakukan dengan keras hingga bunyinya bisa terdengarhingga radius 1 Kilometer meski tanpa alat pengeras suara,” ungkapnya, Kamis (8/9/2016.) Disamping irama suara lesung, keindahan musik Dhungka akan terdengar lebih syahdu saat berpadu dengan lantunan Shalawat Nabi dan Pantun bahasa Bawean.

Menurut Amin, biasanya pantun berisi pesan moral dan kritikan sosial termasuk menceritakan keluh kesah seorang istri yang ditinggal suami bekerja diluar negeri. ”Mereka mengungkapkan rasa rindunya kepada sang suami lewat pantun,” tambahnya. Di Lesung, terdapat tempat menghaluskan padi dan gagang pengangkat Lesung saat akan pindah tempat. Komponen-komponen tersebut ternyata bisa mengeluarkan variasi bunyi yang indah. Dengan kata lain, kata Muhammad Amin, music Dhungka merupakan musik sederhana tapi suaranya asyik.

Saat ini, musik Dhungkah telah menjadi salah satu ikon wisata Bawean. Pemkab Gresik memasukkannya dalam paket rencana pengembangan pulau bawean sebagai salah satu tujuan wisata. (Ide Kreatif)

Berikut videonya :

Selengkapnya...

BUKA KAWASAN PERCONTOHAN JAGUNG 100 HA, OLEH-OLEH BELAJAR KE AS

Lawatan delegasi Pemkab Lamongan selama sebelas hari di Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Bupati Fadeli tidak sia-sia. Pencanangan peningkatan produktivitas jagung dari 5,5 ton perhektar menjadi 10 ton perhektar, langsung dimulai dengan membuka kawasan percontohan pertanian jagung modern dengan skala kawasan seluas 100 hektar.

Lawatan Bupati Fadeli bersama peneliti dari Balitbang Pertanian RI Achmad Rachman dan Kades Solokuro Sholahudin ke AS sejak 23 Agustus hingga 2 September itu dilaksanakan dengan mengunjungi sentra teknologi pertanian, Negara Bagian IOWA, serta berkomunikasi dengan pemangku kebijakan di Los Angeles.

Rombongan Pemkab Lamongan diterima secara khusus Duta Besar Indonesia untuk AS di Washington DC Budi Bowoleksono. Saat mengunjungi sejumlah sentra pertanian modern di AS, rombongan dipandu langsung oleh Rindayuni Triavini, selaku Atase Pertanian KBRI di Washington DC.

Fadeli menyebut, lawatan ke AS ini secara khusus didesain untuk mencari terobosan penggunaan teknologi dalam pertanian jagung sehingga mampu meningkatkan produktivitas jagung dari 5,5 ton perhektar menjadi 10 ton perhektar dalam waktu tiga tahun.

Kemudian juga untuk membuka peluang kerjasama teknik bidang pertanian dan membuka peluang ekspor produk Lamongan ke pasar AS.

Selama di AS, delegasi Pemkab Lamongan ini juga mengunjungi Iowa State University, dan produsen benih jagung Pioneer serta menghadiri event Farm Progress Show 2016 yang dilaksanakan di Boone, Iowa.

"Kami melihat secara langsung, empat lahan pertanian komoditas jagung, kedelai, dan lahan integrasi jagung dengan peternakan yang sudah menerapkan teknolgi canggih. Penerapan teknologi ini membuat mereka mampu mencapai produktivitas jagung 11 hingga 16 ton perhektar dengan efisiensi 40 persen. Oleh-oleh pengetahuan dari Amerika Serikat ini nantinya semoga bisa memberi jalan bagi sejahteranya petani Lamongan, “ ujar Bupati Fadeli kemarin.

"Sebagai langkah awal, Pemkab Lamongan akan menyusun road map industry jagung modern dan membangun kawasan percontohan seluas 100 hektar yang memanfaatkan bioteknologi di Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro dan sekitarnya. Selain itu juga akan dilaksanakan Focus Grup Discussion dengan mengundang akademi dan para pakar jagung pemerintah serta swasta, “ katanya menambahkan.

Bukan hanya itu, lawatan di AS itu berhasil mendapatkan sejumlah komitmen untuk menjadikan Lamongan sebagai sentra utama produksi dan ternak sapi potong nasional.

“Alhamdulillah, ikhtiar kami sampai jauh-jauh ke Amerika Serikat untuk mencari langkah terobosan bagi kesejahteraan petani Lamongan membawa secercah harapan. Ada sejumlah komitmen kerjasama yang berhasil kami dapatkan, “ katanya menambahkan.

CropLife International, sebuah asosiasi internasional yang berbasis di Brussels, Belgia dan bergerak di bidang teknologi pertanian, seperti disebutkan Fadeli sudah menjanjikan komitmennya. Mereka bersama-sama Pemkab Lamongan akan meningkatkan produktivitas jagung yang saat ini 5,5 ton perhektar, menjadi 10 ton perhektar dalam waktu tiga tahun.

Ditambahkan olehnya, CropLife International juga menyatakan komitmennya untuk menjadikan Lamongan sebagai pelopor pengembangan bioteknologi jagung di Indonesia.

Tindak lanjut dari komitmen ini, Direktur CropLife International dan CropLife Indonesia akan berkunjung ke Lamongan pada awal tahun 2017. Selama di AS, rombongan Bupati Fadeli melakukan serangkaian pertemuan dengan Dubes RI di AS, Konjen RI dan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles, serta berdiskusi langsung dengan Direktur Eksekutif CropLife International.

Dari pertemuan itu, menurut Fadeli dicapai komitmen dengan sejumlah importir produk makanan dan minuman dari Negeri Paman Sam untuk menjajaki kerjasama dengan mengimpor produk makanan dan minuman langsung dari Lamongan.

"Kami di Bulan Oktober tahun ini diundang untuk menghadiri business meeting di Surabaya yang diadakan ITPC Los Angeles untuk bertemu dengan investor dan importir dari AS. Kami akan menawarkan sejumlah paket fasilitas kemudahan investasi, agar mereka mau membangun industri makanan dan minuman di Lamongan, “ pungkas dia.

Selengkapnya...

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...