SEKOLAH BANJIR, SISWA BELAJAR DI TENDA PENGUNGSIAN



Luapan sungai Bengawan Solo tidak hanya menggenangi ribuan rumah di Lamongan Jawa Timur. Tetapi juga menenggelamkan sejumlah sekolah dasar. Akibatnya, sekolah terpaksa di liburkan. agar tidak ketinggalan pelajaran, siswa pun belajar di tenda pengungsian, meski tidak sepenuhnya bisa konsentrasi.

Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo juga merendam sejumlah sekolah dasar di kecamatan Laren dan Babat. Di desa Plangwot kecamatan Laren misalnya, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah, terpaksa menghentikan proses belajar mengajar, karena ruangan kelas terendam banjir.


Ketinggian banjir di dalam kelas mencapai 40 centi meter. Sedang di halaman sekolah, ketinggian air mencapai 2 meter.

Kondisi ini menyebabkan sebagian buku, dan peralatan sekolah, tidak bisa di selamatkan. Apalagi, banjir datang secara tiba-tiba di malam hari.

Agar tidak ketinggalan pelajaran, para siswa terpaksa belajar di tenda pengungsian, dengan segala keterbatasan. meski tidak sepenuhnya bisa konsentrasi, namun, para siswa mengaku harus belajar lebih giat, karena pelaksanaan ujian akhir telah di ambang pintu.

“Di sini saya sulit berkonsentrasi. Tapi gimana lagi?” ujar Siswanto, salah seorang siswa kelas 5 kepada Berita 86

Menurut para guru, banjir di sekolah menyebabkan target kurikulum, tidak bisa di capai, jika pemerintah tidak menyediakan ruangan belajar alternatif. Apalagi, luapan sungai Bengawan Solo di perkirakan berlangsung lama.

0 comments:

Post a Comment