SUNGAI BENGAWAN SOLO SIAGA PUNCAK, KAWASAN BANJIR TERANCAM



(LAMONGAN) Sungai Bengawan Solo kembali meluap dengan ketinggian air mencapai puncak siaga tiga. Akibatnya, kawasan rawan banjir di Lamongan Jawa Timur, kembali terancam, dan satu desa di antaranya, sudah tenggelam.


Bencana banjir di Lamongan kembali mengancam ratusan rumah menyusul naiknya debit sungai Bengawan Solo. Di Bendungan Gerak Babat, ketinggian air mencapai 7,10 phyiscal atau puncak siaga 3. Menurut operator pintu air, Naiknya debit sungai terpanjang di pulau jawa tersebut, terjadi tadi malam akibat kiriman air dari bagian hulu.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jika ketinggian air mencapai lebih dari 70 phyiscal, derah rawan banjir di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, akan kembali terendam.

Desa Truni Kecamatan Babat misalnya, sejak tadi malam, 20 rumah sudah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai rata-rata 20 hingga 50 centi meter. Di samping itu, banjir juga menggenangi jalan desa serta areal tambak dan sawah milik warga.

Menurut warga, banjir kali ini adalah yang kedua kalinya terjadi sejak musim penghujan. “banjir ini yang kedua kalinya sejak musim penghujan” ujar Sukiman, warga desa Truni kepada Vivanews.

“Jika ketinggian air terus bertambah, maka jumlah rumah yang terendam, semakin banyak” tambah Sukiman.

Warga berharap, pemerintah segera membangun tanggul permanen di bantaran sungai bengawan solo, agar banjir tidak kembali terjadi.


0 comments:

Post a Comment