TOLAK EKSPLORASI GUNUNG KAPUR, WARGA NYARIS BENTROK



Ratusan warga desa di Gresik Jawa Timur, nyaris bentrok dengan para pekerja penambangan batu kapur. Kondisi tersebut di picu aksi pemblokiran jalan oleh warga yang menolak eksplorasi gunung kapur di desanya. Beruntung, bentrokan fisik bisa di hindari setelah adanya upaya persuasif pihak keamamanan.

Ratusan warga Desa Sekapuk Kecamatan Ujung Pangkah, memblokir jalan kabupaten, yang melintasi desa mereka, guna mencegah keluar masuknya ratusan truk milik paguyuban penambangan batu kapur, mengangkut hasil tambang mereka.


sebelumnya, upaya negoisasi antara warga, paguyuban penambang serta PT Polowijo selaku pemilik ijin usaha penambangan, menemui jalan buntu. Meski upaya hukum masih dalam proses, namun, warga meminta aktifitas penambangan, di tutup total. Di samping karena mengancam kelestarian lingkungan, aktifitas penambangan gunung kapur seluas 46 hektar tersebut, juga mengancam perekonomian 200 orang warga setempat, yang menggantungkan hidupnya pada penambangan batu kapur secara tradisional.

Muhammad Basuni, salah seorang tokoh masyarakat Desa Sekapuk mengatakan, pihak pengusaha penambangan pernah menutup jalan di penambangan unit 5 hingga warga Sekapuk tidak bisa lewat. “Jadi aksi ini juga menjadi aksi balasan atas penutupan jalan oleh pengusaha tambang” ujarnya.

Basuni menambahkan, banyak warga setempat yang menggantungkan hidupnya pada penambangan tradisional yang keberlangsungan usahanya, kalah oleh alat-alat modern.

Ketegangan terjadi saat, sekitar 150 truk pengangkut hasil tambang bersama ratusan awaknya, akan melewati blokade warga. Nyaris terjadi bentrok fisik terbuka antara warga dan pekerja tambang. Namun, berkat pendekatan persuasif yang di lakukan pihak kepolisian, bentrokan fisik bisa di hindari.

Sementara itu, akibat aksi blokir jalan, para pengusaha tambang, mengaku rugi hingga milyaran rupiah. Apalagi, aksi penutupan jalan oleh warga, seringkali di lakukan sejak Nopember 2008 lalu. Padahal, pihak paguyuban pengusaha tambang, telah mengirim surat ke pihak berwenang, untuk membuka kembali jalan yang di tutup warga.

“upaya negoisasi dengan warga terus kita lakukan. Kita telah mengirim surat ke Bapa Bupati serta pihak Kepolisian, guna membantu membuka jalan yang di tutup warga” ujar Muchdori, Ketua Paguyuban Penambang Rakyat Gunung Gosari. Menurut Muchdori, aksi warga ini, menimbulkan kerugian hingga milyaran rupiah. Apalagi, nasib sekitar 2 ribu pekerja tambang, kian tidak jelas” tambahnya.

Akibat pemblokiran jalan ini, arus lalu lintas antar kecamatan serta antara kabupaten Gresik dan Lamongan, lumpuh selama hampir 1 jam lamanya. Ratusan personel kepolisian setempat, di turunkan ke lokasi untuk mencairkan suasana.

0 comments:

Post a Comment