BANTUAN PENGOBATAN NIHIL, PENGUNGSI TERSERANG PENYAKIT



Belum adanya bantuan pemerintah setempat, menyebabkan para pengungsi korban banjir di Lamongan Jawa Timur, harus hidup dengan serba keterbatasan. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak saat ini, adalah bantuan pengobatan.

Sejak luapan sungai bengawan solo menggenangi perumahan warga 4 hari lalu, warga desa Mojoasem Kecamatan Laren, mengungsi di tanggul sungai bengawan solo yang melintasi desa mereka.


Saat ini, sejumlah warga mengaku mulai terserang berbagai macam penyakit seperti infeksi saluran pernafasan, pegal tulang dan penyakit kulit.

Tidak adanya air bersih serta kondisi sanitasi di pengungsian, menyebabkan para pengungsi mudah terserang penyakit.

Ngasemi, adalah satu warga yang telah 3 hari lamanya menderita sakit leher serta sakit di bagian tangan, akibat berusaha menyelamatkan harta bendanya dari banjir.

Ngasemi menyayangkan lambannya pemerintah setempat dalam menyalurkan bantuan pengobatan kepada warga. “Saya ingin berobat, tapi gak punya biaya” ujarnya memelas.


Kondisi ini semakin menambah penderitaan warga yang harus meninggalkan rumah dan hidup di pengungsian. Apalagi, ketinggian banjir di perkampungan saat ini telah mencapai 2 meter, dan menenggelamkan rumah serta harta benda mereka,

Tak hanya itu, bantuan sembako dan kebutuhan pokok lainnya dari pemerintah, hingga saat ini belum juga tiba.

0 comments:

Post a Comment