DATA TERAKHIR KONDISI BANJIR BENGAWAN SOLO DI LAMONGAN



Pada tanggal 1 Maret 2009 jam 04.15, Tanggul Negara yang berada di Desa Tegalsari Kecamatan Widang/Tuban putus dengan panjang 100 meter. Sementara Tanggul Desa putus sebanyak 7 titik, yakni 4 titik di Kecamatan Laren dan 2 titik di Kecamatan Karangbinangun serta 1 titik di Kecamatan Glagah. Di Kecamatan Laren 4 unit rumah hanyut.


Banjir genangi 10 kecamatan, yakni Babat, Maduran, Laren, Karanggeneng, Pucuk, Kalitengah, Karangbingangun, Turi, Deket dan Glagah dengan 86 desa tergenang. 9.469 rumah tergenang, 33.500 jiwa. Penduduk yang mengungsi sebanyak 2.685 kk dan 10.299 jiwa yakni 78 kk (307 jiwa) di Babat, 2.498 kk (9.992 jiwa) di Laren, 94 kk (376 jiwa) di Karangbinangun, dan 15 kk (60 jiwa) di Glagah. Paling banyak rendam wilayah Kecamatan Kalitengah sebanyak 17 desa. Sementara jumlah rumah paling banyak terendam di Kecamatan Laren 4.284 rumah dan 17.136 jiwa.
Rendam 17 kilometer jalan desa, 3 kilometer jalan lingkungan dan 3 kilometer jalan kabupaten.
Sebanyak 50 sarana pendidikan, yakni 7 TK, 21 SD, 16 MI, 2 MTs, 3 SMA dan 1 MA. Juga rendam 49 sarana keagamaan dengan rincian 13 masjid, 34 mushola dan 2 ponpes.
Rendam 4.729 ha tambak, 210,7 ha lahan padi, 348 ha lahan jagung serta 3 puskesmas pembantu dan 2 polindes.

Data tinggi air Bengawan Solo dalam pheilschaal 2 Maret 2009

Titik Papan Duga Waktu
6.00 WIB 7.00 WIB
Karangnongko 24.23 24.23
Bojonegoro 12.94 12.94
Babat 8.45 8.43
Pelangwot 6.14 6.12
Karanggeneng 4.74 4.73
Kuro 2.67 2.66

Kondisi Puncak Air Bengawan Solo Pada Minggu 1 Maret 2009 pukul 1.00 WIB
Titik Papan Duga Waktu
1.00 WIB
Karangnongko 25.68
Bojonegoro 15.33
Babat 8.96
Pelangwot 6.47
Karanggeneng 4.94
Kuro 2.72
Ket : Puncak air banjir tahun lalu saat tanggul Tegalrejo/Widang jebol papan duga di Babat berada di angka 8.61 pheilschaal

Sumber : Humas Pemkab Lamongan

0 comments:

Post a Comment