KHOFIFAH : 519 RIBU DPT FIKTIF, ANCAM LEGALITAS PEMILU



Ratusan ribu daftar pemilih tetap yang fiktif, mengancam legalitas Pemilihan Umum Legislatif di Jawa Timur. Pasalnya, data dpt fiktif yang di temukan tim pemenangan Khofifah Indar Parawansa dan Mudjiono pada Pilkada Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur lalu, hingga kini belum transparan. Padahal, data tersebut, seharusnya bersifat terbuka.


Anggota legislatif yang berasal dari daerah pemilihan di Jawa Timur, tidak akan memiliki legitimate masyarakat, karena Daftar Pemlih Tetap (DPT) yang menjadi acuan KPU, banyak yang fiktif. Hal tersebut di sampaikan mantan Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Peringatan Hari Ulang Tahun Muslimat NU ke 63 di Asrama Haji Kota Lamongan siang ini (26/03/1009).

Menurut Khofifah, tim pemenangan Ka-Ji Mantep telah menemukan sedikitnya 519 ribu daftar pemilih fiktif yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Kondisi ini di perparah oleh sikap KPU yang terkesan menutup-nutupi data tersebut. padahal data dpt haruslah terbuka, akan mempermudah kontrol masyarakat.

“Saya menghimbau KPU untuk transparan dengan data Daftar Pemilih Tetap” Ujar Khofifah kepada Berita86.

ketua umum pengurus pusat Muslimat itu juga menolak anggapan dirinya tidak legowo menerima hasil Pilkada Jatim kemarin. Namun, Khofifah merasa menjadi korban atas kurang terbukanya kpu dalam masalah ini, agar hali pemilu legislatif dan presiden, memiliki legitimasi kuat dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengingatkan warga nu untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu mendatang dengan mendukung calon yang berasal dari kaum Nahdiyyin.

1 comment:

  1. DPT MENGGELEMBUNG = PEMILU BY DESIGN

    Kalau kita merenung agak sejenak, dalam waktu yang senggang, akan tergambar dalam layar ingatan kita, betapa jelas dan terang lukis kejanggalan penggelembungan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    Sebut saja Ali, Dia tetangga terdekatku. Rumah kita bersebelahan berbatas tembok setinggi 2 1/2 meter. Kami tinggal disebuah kota kecil. Ali, nama yang cukup terkenal di kampungku. Warga masyarakat mengenal Ali sebagai simpatisan partai politik. Ali sangat getol meneriakkan suara partainya. Dimanapun ia berada selalu berjalan gagah menjadi magnet pembicaraan orang.

    Begitu pula dalam penyusunan DPT. Ali bak magnet bagi pembuatnya. PPK menyebut 2 kali nama Ali. Ali masuk di DPT TPS 1 dan Ali DPT TPS 2.

    Dengan demikian tanpa harus melalui jalan yang berliku-liku, karena DPT ganda Ali bebas melampiaskan pilihannya. Dengan 10 jari Ali bisa mencontreng di 2 TPS berbeda.

    Inilah salah satu contoh kecurangan. KaLau sudah begini, akankah kita diam seribu basa seakan-akan tidak terjadi sesuatu??!!

    Pemilu Indonesia by design.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    ReplyDelete