PENDAPATAN MASIH DIPROYEKSIKAN POSITIF



Meski pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan terjadi perlambatan akibat krisis ekonomi global, Pemkab Lamongan masih optimis mampu meningkatkan pendapatan daerahnya pada 2010 mendatang. Dalam proyeksi pendapatan daerah 2010, diperkirakan masih akan terjadi kenaikan pendapatan sebesar 4,5 persen yakni dari Rp 874.339.649.000 menjadi Rp 913.824.738.000.

Data tersebut diungkapkan oleh Eko Agus Trihandono Kepala Bidang Anggaran pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Lamongan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2009 di Pendopo Lokatantra setempat, Selasa (24/3). “Proyeksi pendapatan daerah ini adalah angka perkiraan sementara, “ kata dia.


Dalam paparannya tersebut, dia juga sebutkan akan ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan APBD 2010 mendatang. Tantangan tersebut, kata dia harus disikapi dengan melakukan beberapa hal. Seperti dinas penghasil pendapatan harus mampu menmkasimalkan penerimaannya untuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah. Selain itu juga perlu dilakukan efisiensi dan efektifitas pengeluaran belanja operasional, khususnya yang bersifat rutin. “Kegiatan seperti seminar, lokakarya dan kegiatan sejenis serta pembangunan gedung dan pengadaan kendaraan kecuali untuk menunjang tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seyogyanya dibatasi, “ ujarnya.

Sementara untuk usulan kegiatan anggaran tahun 2010 seperti disampaikan Kepala Bappeda Ismunawan dari APBD Lamongan diperkirakan Rp 666.833.486.869 Sementara dari APBD Propinsi diperkirakan Rp 97.534.000.000 dan dari APBN sebesar Rp 204.340.886.000. “Estimasi kemampuan fiskal 2010 diperkirakan sebesar Rp 419.537.160.000, sehingga dalam perkiraan kasar akan terjadi devisit Rp 247.296.376.369, “ ungkap dia.

Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya sampaikan pembangunan pada 2010 nanti bukan hanya prakarsa dari pemerintah saja. Melainkan dari semua elemen di masyarakat. “Lewat Musrenbang dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2010 ini masih ada waktu untuk menta kembali semua rencana. Jika ada yang kurang pas masih bisa dibenahi. Oleh karena itu semua stake holders dari Pemkab Lamongan diundang, “ papar dia dalam kegiatan yang diikuti anggota DPRD, SKPD, Camat, perwakilan perguruan tinggi, LSM, Ormas, Orsos dan dari dunia usaha itu.

Sampai saat ini, sambung Masfuk, sector pertanian masih jadi sector utama di Lamongan. Namun dengan realitas bahwa pertumbuhan penduduk tidak dibarengi perluasan lahan pertanian akan menjadi problem tersendiri di masa mendatang. Dia meminta semua aparat agar bekerja lebih keras untuk tumbuhkan perekonomian di sector pertanian tanpa melakukan perluasan lahan.

“Konsep harus diwujudkan dalam bentuk yang kongkrit. Bukan hanya slogan-slogan saja. Harapan dan kemauan tidak bisa tercapai tanpa diwujudkan, “ katanya berpetuah. “Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus kompak. Lamongan sebagai produsen beras terbesar di Jatim adalah buktui Pemkab pro pada petani Lamongan, “ terang dia.

Pada kesempatan itu Masfuk juga menitipkan program beasiswa untuk siswa miskin yang berprestasi agar tetap diteruskan dalam perencanaan pembangunan di masa mendatang. Dia berharap meski ide program tersebut dari dia, tidak menjadikan program yang bagus itu dihentikan setelah dia selesai menjabat Bupati. “Untuk hal-hal yang baik kenapa tidak diteruskan, “ pinta dia.

Sementara dari usulan dana APBD hasil forum gabungan SKPD pada pra Musrenbang, Dinas Pendidikan Lamongan adalah SKPD dengan usulan anggaran terbesar. Dari pagu indikatif belanja langsung 2010 sebesar Rp 98.090.399.550, usulan SKPD ini sebesar Rp 142.494.259.550 atau 145 persen dari pagu indikatif. Sedangkan Kantor Ketahanan Pangan menjadi SKPD dengan usulan terrendah. Yakni dari pagu indikatif belanja langsung 2010 sebesar Rp 507.056.000, usulan SKPD baru ini sebesar Rp 215.000.000 atau 42 persen dari pagu indikatif. Secara keseluruhan, dari pagu indikatif belanja langsung 2010 sebesar Rp 350.004.261.717, usulan dari forum SKPD mencapai Rp 666.833.486.869 atau 191 persen dari pagu indikatif. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

0 comments:

Post a Comment