SEKOLAH TENGGELAM, RUANG BELAJAR DI PINDAHKAN



Tak hanya perkampungan warga, dunia pandidikan di Lamongan Jawa Timur, kini telah merasakan dampak jebolnya tanggul sungai Bengawan Solo di wilayah Tuban. Belasan sekolah telah meliburkan siswanya dan sebagian terpaksa memindahkan ruang belajar ke sekolah lain.

Belum teratasinya tanggul sungai Bengawan Solo di tuban, menyebabkan belasan sekolah di 5 desa di kecamatan Laren (04/03/09), Lamongan, mulai tingkat TK, hingga SLTA, terendam banjir. ke 5 desa tersebut adalah Durikulon, Centini, Jabung, Gelap dan Dateng.


Di desa Centini misalnya, terdapat 1 Taman Kanak-Kanak, 2 sekolah dasar, 1 SLTP dan 1 SLTA.

Di SLTP Negeri 2 Laren desa Centini misalnya, seluruh ruang kelas, hingga ruang laboratorium, terendam banjir, dengan rata-rata ketinggian air di ruang kelas mencapai 50 centi meter. Sebelumnya pihak sekolah berhasil mengevakuasi sebagian peralatan sekolah ke lantai 2, namun, sebagian lainnya, rusak terendam banjir.

Akibat kondisi ini, pihak sekolah, meliburkan para siswanya hingga kondisi kembali normal. Sementara, untuk siswa yang akan menghadapi ujian akhir, pihak sekolah terpaksa meminjam ruang kelas di sekolah lain yang tidak kebanjiran yakni di MI desa Kendal Kecamatan Sekaran, meski jaraknya cukup jauh dari sekolah asal.

“Meski jaraknya jauh, apa boleh buat, kita gunakan juga. Sebab sekolah-sekolah di dekat Bengawan Solo sana, sudah kebanjiran semua” ujar Ahmad Fauzi, salah seorang guru kepada Berita 86.

Menurut Fauzi, MI desa Kendal ini telah dua kali di tempati, jika banjir datang.

Meski dengan segala keterbatasan fasilitas, pihak sekolah mengaku mampu melaksanakan ujian try out untuk siswa kelas akhir, dengan target sesuai kurikukum dinas pendidikan.

Di perkirakan, banjir akibat jebolnya tanggul di tuban tersebut, akan berlangsung lama, hingga sungai Bengawan Solo, surut kembali.

0 comments:

Post a Comment