TERKEPUNG BANJIR, WARGA MENGUNGSI DI HUTAN



Luapan sungai Bengawan Solo melalui tanggul yang jebol di Tuban, menyebabkan 2 desa di Lamongan Jawa Timur, ter-isolir banjir. ratusan warga mengungsi, di kawasan hutan dekat rumah mereka, dengan persediaan, logistik yang sangat terbatas.

pernahkan anda membayangkan, jika areal tambak dan persawahan di desa Gelap dan Dateng kecamatan Laren/ saat ini berubah menjadi lautan. kondisi ini, telah berlangsung 3 hari lamanya, sejak air sungai Bengawan Solo meluap melalui tanggul yang jebol di wilayah Tuban.


Akibatnya, 2 desa tersebut terendam banjir, dengan ketinggian rata-rata setengah meter. Di perkirakan, banjir akan semakin tinggi, jika tanggul yang jebol belum di perbaiki.

Dengan kondisi ini, warga desa Dateng, terpaksa mengungsi di kawasan hutan jati yang berjarak 1 kilo meter dari pemukiman mereka. bahkan, sejumlah warga masih membangun tenda-tenda darurat secara swadaya.

Menurut warga, sejak banjir mengepung desa mereka 3 hari lalu, bantuan makanan dari pemerintah setempat, sama sekali belum tiba. Padahal, warga sudah tidak bisa bekerja lagi karena areal tambak dan persawahan mereka, terendam banjir.

“Sudah tiga hari mengungsi, tapi belum ada bantuan sama sekali” ujar Warni, salah seorang pengungsi asal desa Dateng. “Jangankan bantuan makanan, tenda yang ada ini, murni swadaya warga” tambahnya.

Di samping itu, warga mengaku was-was mengungsi di hutan karena khawatir gangguan hewan berbisa.


0 comments:

Post a Comment