WIDODO PELATIH PERSELA, M BASRI LENGSER



Widodo Cahyono Putra resmi didaulat menjadi pelatih kepala Persela Lamongan. Pengangkatan mantan pencetak gol indah ke gawang Qatar di Piala Asia pada masa jayanya itu sekaligus menjawab kasak-kusuk tentang pergantian pelatih di Laskar Joko Tingkir yang selama ini berkembang. Sementaran pelatih kepala Persela sebelumnya, M Basri, oleh manajemen diangkat menjadi Penasehat Teknis.


Pergantian pelatih kepala ini seperti dituturkan Ketua Umum Persela Masfuk saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Persela, Senin (30) adalah sermata-mata demi alasan peningkatan infrastruktur manajemen. "Jadi Om Basri kami angkat statusnya menjadi penasehat teknik. Sebuah posisi yang lebih atas di jajaran manajerial Persela. Posisi ini sangat dibutuhkan Persela karena lengkapnya tim kelompok umur yang dimiliki karena akan meningkatkan daya dukung infrastruktur manajemen . Sehingga diharapkan kedepan Persela akan semakin profesional dan tertata manajemennya. Selanjutnya Om Basri akan bertugas untuk memantau dan memberikan saran serta masukan baik pada tim Persela Senior maupun pada kelompok umur U-21, U-18 dan U-15, " papar dia.

Sementara terkait pemilihan Widodo Cahyono Putra sebagai pelatih kepala, Masfuk sampaikan beberapa alasan. Dia sampaikan bahwa penunjukan Widodo ini sudah melalui pertimbangan matang hasil pembicaraan di jajaran pengurus Persela. Termasuk berdasar masukan dari M Basri. "Penunjukan Widodo ini setelah menyaring beberapa nama pelatih baik dari luar negeri maupun lokal, " kata dia. Selain itu, lanjut Masfuk, kapabilitas Widodo juga memadai untuk melatih sebuah tim Superliga seperti Persela Lamongan.

Dijelaskan Masfuk dengan berbagai pengalaman Widodo baik saat sebagai pemain maupun pelatih akan bisa menunjang kinerjanya di Persela. "Widodo adalah orang muda, lulusan terbaik pada kursus pelatih licensi A, Asisten Timnas PSSI dan pernah menjadi pemain terbaik dijamannya. Saya rasa ini bukti kemampuan Widodo, " jelas dia. Masfuk juga jelaskan Widodo dikontrak untuk sisa musim kompetisi Superliga. Sementara untuk kontrak selanjutnya tentu akan ada pertimbangan lagi.

Widodo sendiri dalam keterangannya sampaikan sebelum terima pinangan Persela telah melakukan konsultasi sebelumnya dengan M Basri mengenai alasan penunjukan dirinya. Dia juga sampaikan akan jalankan kepercayaan yang diberikan Persela itu dengan baik. Bapak dua anak ini cukup optimis dengan masa depan Persela di sisa waktu tiga bulan kompetisi Super Liga. "Kalau untuk posisi 1, 2 dan 3 di Indonesia Super League, saya rasa teman-teman wartawan juga sudah tahu klub mana saja yang akan menempatinya. Tapi saya masih cukup optimis Persela masih bisa berprestasi, " ungkap dia. Dia juga sampaikan tidak mebawa perangkat kepelatihan baru ke tubuh Tim Persela. "Waktunya terlalu pendek untuk membawa perangkat baru ke Persela, jadi saya akan maksimalkan saja yang sudah ada, " jawab dia atas pertanyaan sejumlah media.

Terkait jabatannya sebagai Asisten Timnas PSSI, menurut Widodo PSSI sampaikan PSSI sudah sampaikan pihyak PSSI sudah sampaikan surat ucapan terima kasih atas kontribusinya selama ini. Dikatakan Widodo, tidak ada kalimat tegas tentang pemutusan hubungan atau sebagainya dalam surat tersebut. Namun seperti dijelaskan Widodo, PSSI dalam suratnya juga akan meminta bantuannya kembali dalam event-event yang lain. "Permintaan kontribusi untuk timnas ini tentu saja tetap tergantung keputusan individu masing-masing, " ujar dia.

M Basri sendiri cukup berbesar hati dengan penunjukan Widodo sebagai pelatih kepala tim senior Persela. Karena selain Widodo adalah berdasar rekomendasinya, dia juga sampaikan bahwa demi Persela, keputusan apapun pasti akan didukung dan dibantu. "Saya sampaikan mohon maaf jika ada kesalahan selama tangani Persela. Saya juga sangat bahagia dan berterimakasih karena sudah dapatkan kehidupan baru di Lamongan. Isteri saya kesehatannya tambah baik, demikian pula saya memiliki semangat baru di Persela. Saya sadarai hidup saya ada di sepak bola. Mulai dari muda sampai sekarang hanya pekerjaan di sepak bola saja yang bisa saya lakukan. Ketika ada pembicaraan dari pengurus mengenai pengangkatan saya sebagai Penasehat Teknik, tidak ada jawaban lain dari saya kecuali siap, " ungkap dia.

Terkait kewenangannya sekarang, Basri sampaikan posisi tersbeut tidak memungkinnya lagi untuk berkomunikasi dan bekerja langsung dengan pemain. Semua hal seperti strategi, pola maupun ramuan permaian sudah sepenuhnya menjadi kewenangan Widodo. Kalaupun untuk memberi saran, lanjut dia, hanya bisa dilakukannya setelah ada permintaan langsung dari Widodo. "Saya minta Widodo jangan kikuk dengan keberadaan saya di Persela. Semua ramuan dan perubahan pola permainan sudah menjadi kewenangan Widodo. Saya hanya sebagai jembatan antara ketua umum dengan pelatih kepala di tengah kesibukan ketua umum di pemerintahan. MUdah-mudahan Widodo bisa bawa Persela lebih maju. Karena sudah menyaksikan sendiri kemampuan Widodo sendiri saat sama-sama ambil kursus pelatih licensi A beberapa waktu lalu. Saya juga minta agar Widodo bekerja keras untuk Persela dan saya siap berada di belakang Widodo, " ujar dia.
Turut hadir dalam konferensi pers yang dihadir sejumlah wartawan dari berbagai media itu Bendahara Persela Yuhronur Efendi dan Humas Aris Wibawa. serta beberapa jajaran pengurus lain seperti Supardi danTsalits Fahami sera Mujib.

0 comments:

Post a Comment