PETIK LAUT DIBUKA DENGAN KESENIAN JARAN JENGGO



Kesenian tradisional jaran jenggo warnai pembukaan kegiatan petik laut nelayan pantura Lamongan di Pelabuhan Nusantara Brondong, Selasa (14/4). Kegiatan tahunan yang nantinya akan ditutup dengan pengajian agama itu dibuka Wakil Bupati Lamonan Tsalits Fahami.

Bersamaan dengan pembukaan petik laut tersebut, juga dilakukan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSi Lamongan periode 2009-2014 oleh pengurus DPD HNSI Jawa Timur M Suhadi. Selain itu, pada kesempatan yang sama PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) melalui Kepala Kantor PT Jamsostek Bojonegoro Heru Prayitno pada ahli waris nelayan pelabuhan Brondong Waras, yakni Darsu sebesar total Rp 16,8 juta. Santunan ini diberikan pada ahli waris Waras yang sudah dicover Jamsostek tersebut karena yang bersangkutan meninggal dunia.


Kepada pengurus DPC HNSI Lamongan periode baru yang ketuanya kembali dijabat Anas Wijaya itu, Tsalits Fahami berpesan agar segera melaksanakan tugas setelah dilantik. Diumpamkannya, pengurus yang baru jangan sampai seperti “manuk glatik cucuke biru”, yakni baru dilantik terus turu (jawa : tidur). Melainkan harus bisa “manuk glatik cucuke abang”, yaitu setelah dilantik langsung tandang (jawa : bekerja).

Dia juga sampaikan terma kasih dari Pemkab Lamongan kepada seluruh nelayan yang telah bekerja keras sehingga Lamongan dinobatkan sebagai penghisal ikan terbesar di Jawa Timur. Sekitar 65 ribu ton ikan dihasilkan nelayan Lamongan setiap tahunnya. Namun dia juga berpesan agar para nelayan mengarahkan anak-anaknya untuk bersekolah dan menempuh pendidikan setinggi-tinginya.

“Arahkan anak-anak nelayan untuk menjadi nelayan yang modern melalui jalur pendidikan. Pemkab Lamongan sudah siapkan beasiswa bagi setiap warganya yang pintar tapi kurang mampu. Jika nelayan kita di masa depan bisa menjadi nelayan modern yang menerapkan keilmuan dan teknologi modern, tentunya kesejahteraan nelayan akan semakin meningkat, “ tutur dia.

Dilanjutkannya, petik laut adalah perwujudan rasa syukur pada Allah dan rasa terima kasih pada sesame manusia. Karena itu, dikatakan Tsalits, sangat tepat jika kegiatan petika laut tersbeut dibuka dengan hiburan dan ditutup dengan siraman rohani, yakni pengajian. Sementara dikonfrmasi terpisah, Heru Prayitno sampaikan sampai dengna Maret lalu, sudah ada sekitar 1500 nelayan Lamongan yang tercover Jamsostek. Masih menurut Haru, dari total Rp 16,8 juta santunan untuk ahli waris Waras itu, Rp 4,8 juta diantaranya akan diberikan secara berkala selama 24 bulan. Setiap bulannya Rp 200 ribu.

0 comments:

Post a Comment