EKONOMI LAMONGAN TUMBUH 5,87 PERSEN



Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan tahun 2008 lalu mencapai 5,87 persen. Naik disbanding pertumbuhan pada 2007 yang mencapai 5,76 persen. Data tersebut disampaikan Wakil Bupati Lamongan Tsalits Hafami saat membacakan sambutan Bupati Lamongan terkait pengantar pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran (TA) 2008 di Gedung DPRD setempat, Jumat (22/5).

Diterangkannya, pertumbuhan itu dipicu meningkatnya sektor keuangan, persewan dan jasa perusahaan yang mencapai 10,88 persen. Sementara sektor pertanian juga masih mengalami peningkatan sebesar 3,81 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan bahwa sektor-sektor sekunder sedang mengalami pertumbuhan yang sangat positif.

Lebih lanjut disampaikannya, untuk komponen pendapatan daerah APBD Kabupaten Lamongan TA 2008 ditargetkan sebesar Rp 858.600.084.584. Sementara belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 896.725.562.592, atau defisit yang ditetapkan sebesar Rp 38.125.478.008. Komposisi anggaran ini diseimbangkan melalui kebijakan pembiayaan dengan komposisi penerimaan pembiayaan yang ditargetkan sebesar Rp 74.702.061.208 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 36.576.583.200

“Untuk mencapai target pendapatan daerah yang merupakan sumber fiskal Pemkab Lamongan, maka formulasi kebijakan dalam mendukung pengelolaan anggaran pendapatan daerah lebih difokuskan pada upaya mobilisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan penerimaan pajak lainnya. Kedepan, prioritas pembangunan kota harus fokus pada sektor-sektor yang mampu menarik investasi. Karena dengan investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat serta menekan angka kemiskinan, “ ujar dia.

Ditambahkannya, peranan sektor pajak daerah dan bagi hasil kekayaan yang dipisahkan seperti BUMD dalam memberikan sumbangan ke PAD di masa mendatang tampaknya akan semakin penting. Pemerintah juga akan lakukan upaya lain berupa ekstensifikasi pajak melalui perluasan basis pajak tanpa harus menambah beban kepada masyarakat. Melainkan perbaikan ke dalam serta meningkatkan wajib pajak dan restribusi dalam memenuhi kewajibannya.

Dalam sambutan pengantar tersebut juga disebutkan pendapatan daerah pada TA 2008 telah terealisasi sebesar Rp 869.777.965.364, atau terjadi kenaikan sebesar 101,30 persen. Sedangkan pada sisi PAD terealisasi 105,17 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan di semua sektor mulai pariwisata, hiburan dan pertambangan serta tingkat konsumsi masyarakat dan industri terhadap kebutuhan listrik. “Dari komponen Pajak Penerangan Jalan saja terealisasi 117,99 persen, “ terangnya.

Kemudian komponen belanja daerah terealisasi sebesar 96,03 persen dari target atau mencapai sebesar Rp 861.131.330.025. Sehingga dari target defisit anggaran TA 2008 yang ditetapkan sebesar Rp 38.125.478.008, pada realisasinya terjadi surplus anggaran sebesar Rp 8.646.635.339. Terakhir dalam keterangannya, dia sampaikan capaian pembangunan tersebut atas kerja keras semua pihak. Termasuk anggota legislative, aparat penerintah baik di desa, kecamatan dan kabupaten serta seluruh masyarakat Lamongan.


0 comments:

Post a Comment