HAMA ULAT SERANG PEMUKIMAN WARGA



Membersihkan ulat yang masuk ke dalam rumah maupun yang merayap di dinding rumah, kini (15/05/2009) menjadi pekerjaan rutin warga Desa Jubel Lor Kecamatan Sugio, Lamongan dan sekitarnya.

Sejak sebulan terakhir, ulat pemakan daun yang jumlahnya mencapai ribuan tersebut memasuki pemukiman warga. Meski tidak menyebabkan gatal atau menebar penyakit lainnya, namun keberadaan ulat-ulat itu membuat warga resah.

Menurut warga, hama ini awalnya hanya menyerang tanaman kedelai, jagung dan kacang hijau yang berada di sawah. Namun karena perkembangbiakaannya yang cepat, ulat tersebut kemudian memakan daun tanaman yang berada di sekitar rumah warga dan merayap di hingga masuk rumah warga.

Warga pun berusaha memusnahkan hama ulat tersebut dengan menyemprotkan obat maupun dengan cara tradisional, yakni dengan menangkapnya satu persatu, lalu membakarnya. Meski demikian, ulat-ulat tersebut akan datang lagi karena jumlahnya yang sangat banyak.

“Kita sudah berusaha membasminya dengan menyemprotkan obat, tapi tidak mempan”. Ujar Darminto, warga setempat.

Tak hanya itu, ratusan hektar tanaman kedelai petani kini mati akibat dimakan ulat. Para petani pun merugi hingga puluhan juta rupiah.

Menurut warga, sebelumya musibah serupa pernah terjadi. namun, musim ulat kali lebih parah di banding sebelumnya.

Selain Desa Jubel Lor, Desa Suci, Desa Modong dan Desa Kedung Sumber juga mengalami nasib yang sama. Meski hama ulat ini mengganggu warga, namun hingga kini belum ada tindakan dari dinas terkait untuk membantu warga mengatasi hama ulat ini.

0 comments:

Post a Comment