SETO MULYADI USULKAN PADUAN BRAILLE DAN INKLUSI



Tertarik keberadaan siswa SDLB Bhayangkari yang lagi melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekdaprop Jawa Timur, Drs, Rasio dan Tim dari anggota Badan Standard Nasional Pendidikan yang diwakili oleh dr. Seto Mulyadi kunjungi Gresik, Selasa (12/5).

Rombongan disambut oleh Plt Sekda Gresik Drs, Sutarji, Asisten Administrasi Moch Qosim dan sejumlah Pejabat Dinas pendidikan Gresik. Kendati cuma diikuti oleh 3 orang peserta ujian, namun Rombongan Sekdaprop Jatim ini banyak memberikan perhatian pada siswa berkebutuhan khusus di SDLB yang dikelola persatuan isteri Polres Gresik ini.

Dalam keterangannya Kepala SDLB Bhayangkari Ny. Masruroh Afnan mengatakan, jumlah peserta UASBN tahun ini sebanyak 3 orang masing-masing 2 orang siswa Tuna rungu dan 1 orang lainnya adalah tuna Netra. Untuk 2 siswa tuna rungu, ujian di Sekolah setempat karena masih memerlukan bantuan dari guru yang ada disini. Sedangkan peserta Tuna Netra, kami ikutkan UASBN inklusi bersama siswa normal lain di SDN Singosari.

Kendati kemampuannya siswa Tunanetra tersebut diatas rata-rata, namun tetap saja siswa tersebut masih membutuhkan bantuan orang lain untuk membacakan soal dan menandai jawaban di lembar jawaban. Kalau dari kemampuan, saya kira siswa yang bersangkutan tidak kalah, karena dari try out yang diikuti, hasilnya diatas rata-rata
Seto Mulyadi yang juga pemerhati anak menyarankan agar dalam pendidikan anak tuna netra sebaiknya dilakukan dengan pendekatan braille yang dipadukan dengan inklusi. Meskipun materi braille masih sulit, namun menurut Pemerhati anak dari Jakarta ini, “dengan pendekatan braille akan melatih anak untuk lebih mandiri. Tentu secara inklusi juga perlu diberikan”ujarnya

Tak hanya di SDLB Bhayangkari, pada hari itu rombongan juga meninjau UASBN di SDN Kebomas, SD Muhammadiyah GKB dan MI Fuluhatul Ulum, Manyar. Dari beberapa kunjungan ke beberapa SD di Gresik, Rasio menyatakan bahwa pelaksanaan ujian di Gresik lancar. Tentang kelulusan, Rasio mengatakan bahwa standar nilai kelulusan diserahkan kepada Sekolah masing-masing.

Menanggapi apa yang dikatakan Rasio, Sekretaris Dinas pendidikan Sakiran melalui Kabag Humas menyatakan bahwa standard nilai kelulusan UASBN SD di Gresik beragam. Untuk mapel Bahasa Indonesia dan IPA tertinggi SD di Gresik mematok 5,5 sedangkan untuk mapel Matematika tertinggi mematok 5,0. Jumlah peserta UASBN untuk tingkat SD Tahun Ajaran 2008/2009 sebanyak 19.559 peserta. Terbagi dalam 18 sub rayon dari 1387 lembaga SD, MI dan SDLB.

0 comments:

Post a Comment