TANAH TERANCAM LONGSOR, WARGA TUTUP GALIAN SIRTU



Resah dengan kondisi tanah yang mulai labil dan terancam longsor di sekitar lokasi penambangan sirtu, warga Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas, Gresik (24/05/2009), berunjuk rasa dengan menutup jalan masuk menuju lokasi penambangan. Di samping alasan kerusakan lingkungan, warga beralasan, aktifitas penambangan tidak mengantongi ijin.

Akibat aksi warga, sejumlah truk pengangkut sirtu tertahan di pintu keluar. Warga kemudian memaksa truk untuk menurunkan muatan sirtu tepat di pintu masuk lokasi, sebagai bahan menutup jalan. Warga juga memasang sejumlah tulisan berisi kecaman terhadap pelaksana proyek dari PT Nusantara yang di nilai membohongi warga.

Menurut warga, aktifitas penambangan sirtu telah berlangsung puluhan tahun. Rencananya, pemertaan tanah akan di jadikan kawasan perumahan elit. Namun, belakangan di ketahui proyek ini tidak mengantongi ijin serta membahayakan lingkungan, karena tanah di sekitar lokasi penambangan sirtu, mulai labil.

“ternyata mereka tidak mengantongi ijin dan keselamatan lingkungan kami terancam” Ujar Hamim, salah seorang warga.

Di hubungi via telephon, pelaksana proyek penambangan sirtu PT Nusantara, Haji Mahfud mengaku telah mengantongi ijin pemerataan tanah untuk proyek rumah elit di kawasan tersebut yang akan berakhir bulan Juli 2009 ini. Bahkan, pihaknya telah menanam sekita 700 pohon jati emas untuk proses penghijauan.

Selama proses pemerataan berlangsung, mahfud mengaku selalu berkomunikasi dengan warga.

0 comments:

Post a Comment