TOLAK KEPALA SEKOLAH BARU, SISWA BERUNJUK RASA



Berbeda dengan siswa pada umumnya yang memulai belajar dihari pertama masuk sekolah pasca liburan, ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Desa Metatu Kecamatan Benjeng, Gresik (11/05/2009), berunjuk rasa menolak kehadiran kepala sekolah yang baru. Para siswa menghendaki, kepala sekolah yang baru, haruslah berasal dari kalangan guru yang telah mendidik mereka selama ini.

Para siswa menilai, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik, terlalu memaksakan diri menempatkan kepala sekolah yang baru dari kalangan orang di luar sekolah. Padahal, sejumlah guru yang ada, masih pantas menduduki jabatan tersebut.

Untuk itu, siswa menolak upaya kandepag dan menilainya sebagai bagian dari kolusi dan nepotisme.

Jika tuntutan mereka tidak di penuhi, para siswa akan melanjutkan mogok belajar dan akan berunjuk rasa ke Kantor Departemen Agama.

“Kita menolak siapa pun Kepala Sekolah yang baru, jika berasal dari luar kalangan sekolah”. ujar Ragil Purnomo, siswa kelas 3 yang juga Ketua OSIS.

Di samping berorasi, para siswa juga membawa sejumlah spanduk yang isinya mengecam tindakan Kandepag Gresik yang memaksakan mendudukkan kepala sekolah baru yang berasal dari luar sekolah.

Akibat aksi ini, proses belajar mengajar lumpuh dan para siswa berencana akan terus mogok belajar hingga tuntutannya di penuhi.

0 comments:

Post a Comment