SAWAH KEBANJIRAN, WARGA BUKA PAKSA PINTU AIR BENDUNGAN



Akibat lahan pertaniannya sering tergenang banjir, puluhan warga di Lamongan Jawa Timur, Selasa Siang (16/062009) berunjuk rasa dengan membuka paksa pintu air bendungan milik Dinas Pengairan setempat. Mereka menilai kebijakan Dinas Pengairan yang selalu menutup pintu air, tidak berpihak pada rakyat.

Kehilangan kesabaran, puluhan warga Desa Plaosan Kecamatan Babat, mendatangi pintu air Dusun Beru dan Dusun Suruan Desa Gembong, Babat guna membuka paksa pintu air bendungan anak sungai Bengawan Solo yang selama ini di anggap sebagai penyebab tergenangnya sawah mereka. Kedua pintu air yang selalu tertutup tersebut, menyebabkan areal persawahan mereka dengan luas puluhan hektare selalu tergenang banjir. Padahal saat ini para petani sudah memasuki masa tanam ke dua.

Menurut warga, pihak Dinas Pengairan selalu menutup pintu air tersebut beralasan agar desa-desa lain bisa mendapatkan pasokan air. Namun kebijakan tersebut menurut warga justru merugikan petani di Desa Plaosan sendiri.

Sebelumnya warga sudah meminta Dinas Pengairan untuk membuat jadwal sistem buka tutup pintu air agar terbagi adil. Namun, usulan warga tidak di penuhi.

“Kita sudah berupaya persuasive, namun, petugas tetap saja menutup pintu air hingga sawah kami tidak bias tanam”. Ujar Sonhaji Salah seorang warga kepada Berita86.

Para petani juga mengaku sempat membayar sejumlah uang kepada Petugas Pengairan agar pintu air segera dibuka. Meski uang sudah dibayarkan, pintu air tak kunjung dibuka sehingga air masih menggenangi sawah para petani.

Petugas pengairan sempat menghalangi aksi warga tersebut, namun para petani akhirnya bisa membuka pintu air meski dengan alat seadanya.

0 comments:

Post a Comment