DERITA BALITA PENDERITA HEDROCEPALLUS



Seorang balita penderita hedrocepallus asal Gresik, Jawa Timur, kondisinya (23,07,200) semakin memprihatinkan. karena tidak punya biaya pengobatan, pihak keluarga hanya bisa pasrah, sambil merawatnya di rumah. Kedua orang tua balita penderita pembesaran kelenjar kepala ini, membutuhkan uluran tangan dari para dermawan, yang sudi membiayai kesembuhan putranya tersebut.

Di saat anak anak sebayanya sudah mulai memasuki bangku Sekolah Taman Kanak Kanak, Muhammad Arif, balita berusia empat tahun ini, hanya bisa tergolek lemas di pembaringan. tubuhnya tidak mampu menopang kepalanya yang semakin hari semakin membesar, akibat menderita penyakit hedrocepallus.

Balita malang ini anak bungsu dari 4 bersaudara pasangan Sujarwo (37) Dan Sriyati (36), warga jalan Jamrud 3 Nomor 12 Perum Bunder Asri Kecamatan Kebomas, Gresik.

Pada saat di lahirkan, kepala Arif memang mengalami kelainan dan terus membesar hingga usianya kini mencapai 4 tahun.

Selama itu pula, Sriyati telah memeriksakan Arif ke rumah sakit Surabaya dan Gresik. Namun, pihak rumah sakit menolak dengan alasan kurang jelas.

“Pihak rumah sakit menolak mengobati, karena sulit di sembuhkan” Kata Sriyati, ibu kandung Arif, menceritakan alasan penolakan pihak rumah sakit.

Sujarwo, ayah muhammad Arif hanya bekerja sebagai buruh kontrak, dan menarik becak di malam hari untuk mencari tambahan keperluan belanja, termasuk biaya kontrak rumah kecil ukuran 3 kali 6 ini.

Namun karena kecintaan terhadap sang buah hati, serta kepedihan atas derita yang di tanggung oleh putranya, pasangan sujarwo dan sriyati senantiasa berjuang menyisihkan uang sedikit demi sedikit, agar suatu saat nanti, dapat kembali membawa Arif ke rumah sakit.

Saat ini pasangan Sujarwo dan Sriyati, hanya bisa pasrah dengan kondisi putranya. mereka hanya dapat berharap pada suatu saat nanti, akan datang kemurahan dari tuhan, yang dapat membuat kondisi Arif berubah menjadi normal, seperti halnya anak seusianya.

0 comments:

Post a Comment