PENGUMUMAN PSB SMU AMBURADUL, WALI MURID PROTES



Pengumuman Penerimaan Siswa Baru {PSB}, untuk tingkat SMU di Gresik Jawa Timur, amburadul, karena banyak siswa yang nilainya di bawah standar ternyata bisa masuk di dua puluh besar. Sedangkan siswa yang nilainya lebih tinggi, terpental dan masuk rangking 200. Akibatnya banyak orang tua siswa yang protes ke kantor Diknas Gresik .

Pemberlakuan penerimaan siswa baru melalui sistem online, ternyata belum bisa membuat para calon siswa dan orang tua, puas. Bukan karena sistem online yang error sehingga tidak bisa diakses, melainkan karena adanya perubahan data dan rangking siswa yang dinyatakan lulus, yang selalu berubah-rubah setiap saat, tanpa sosisalisasi terlebih dahulu.

Akibatnya, kriteria kelulusan menjadi amburadul. siswa dengan nilai tinggi, tidak lulus sedangkan yang nilainya rendah, lulus.

Seperti yang terjadi pada pengumuman siswa baru di SMU Negeri Manyar dan Sedayu, Gresik, sejumlah wali murid, secara spotan memprotes pengumuman kelulusan yang di nilai tidak adil tersebut ke pihak sekolah. Karena tidak puas, wali murid pun menyampaikan kekecewaannya ke Kantor Diknas setempat.

Wali murid memprotes perubahan kriteria rangking siswa yang kerap berubah setiap saat, sehingga kecurigaan adanya data siluman.

“Kriterianya tidak jelas, sehingga merugikan siswa yang punya nilai tinggi” Ujar Nur, salah seorang wali murid asal Manyar.

Menurut Kakandiknas Gresik, Khusaini Muntas, kriteria tersebut sebenarnya tidak berubah, namun, orang tua murid kurang jeli karena ada pemisahan kriteria di sistem IT dalam melihat kriteria kelulusan. “Nanti kita jelaskan lebih lanjut kepada wali murid” Ujar Khusaini.

Akibat kondisi ini, sejumlah wali murid, terpaksa membatalkan pendaftaran anaknya di smu negeri dan lebih memilih masuk sekolah swasta.

1 comment:

  1. Ketika anak kita tidak lulus maka harus instropeksi dan evaluasi diri bekal apa saja yang kita siapkan untuk anak kita? konsisten/istiqomah kah prestasi anak kita di sekolah selama tiga tahun di smpnya? dan se terusnya mari kita evaluasi diri kita dan instropeksi lebih dalam, itu saja yang saya sampaikan, demikian

    ReplyDelete