SIMULASI PENANGANAN PASIEN FLU BABI



Meski sejauh ini di Lamongan Jawa Timur belum ada laporan adanya warga yang terjangkit flu babi, namun pihak rumah setempat mulai waspada. Hari ini (21/07/2009,) rumah sakit milik pemerintah tersebut, menggelar simulasi siaga penanganan flu babi H1N1.

Seorang pasien yang baru saja didiagnosa terjangkit flu babi, mendapatkan perawatan khusus di Rumah Sakit Dokter Soegiri Lamongan. Pasien tersebut positif terjangkit virus H1N1 dan langsung di karantina di ruang isolasi.

Para medis yang menanganinya pun, menggunakan pakaian khusus dalam menangani sang pasien, seperti menggunakan masker serta pakaian khusus saat penanganan pasien.

Simulasi penanganan cepat terhadap pasien flu babi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya kasus flu babi yang terjadi di sejumlah daerah.

Di Lamongan, potensi untuk terjangkit flu babi cukup tinggi. Pasalnya, Lamongan merupakan jalur utama Pantura serta banyak tenaga kerja indonesia asal Lamongan yang saat tersebut bekerja di luar negeri seperti Hongkong, Singapura dan china.

Menurut tim Dokter, Penanganan pasien flu babi di mulai dari observasi hingga menentukan postif tidaknya pasien terserang virus H1N1. “terlebih dahulu kita lakukan observasi untuk meyakinkan terjangkitnya virus flu babi pada pasien” Ujar dr. Suhartadi, salah satu seorang tim dokter yang melakukan kegiatan simulasi.

Suhartadi menambahkan, bahaya utama flu babi adalah jika terjadi komplikasi dengan penyakit paru-paru.

Meski tengah menghadapi bahaya flu babi, namun, di rumah sakit umum dokter sugiri Lamongan, hanya menyediakan satu ruang perawatan bagi pasien flu babi. Kamar itu pun sebelumnya digunakan untuk mengisolasi pasien yang diduga terjangkit virus flu burung.

0 comments:

Post a Comment