146 RANTOR UNTUK PLKB


Dari sejumlah 157 Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Lamongan, kini 146 oarng diantaranya sudah dilengkapi dengan fasilitas kendaraan bermotor (rantor) operasional. Kendaraan tersebut kemarin (21/8) diserahkan secara simbolis oleh Bupati Masfuk saat tasyakuran penghargaan Satya Lencana Wira Karya Bidang KB di Pendopo Lokatantra setempat

Masfuk dalam kesempatan itu secara khusus sampaikan apresiasinya atas kinerja dari para PLKB di Lamongan sebagai ujung tombak kesuksesan program KB. Seperti disampaikannya, penghargaan Satya Lencana Wira Karya Bidang KB yang diterimanya sebenarnya diperuntukkan pada para petugas KB di lapangan. “Saya hanya mewakili saja untuk menerima penghargaan tersebut, “ ujar dia.

“Selanjutnya saya minta saudara sekalian jangan patah semangat dan jangan jenuh. Karena ternyata segala usaha yang saudara lakukan mendapat apresiasi tinggi dari Presiden RI. Saya juga berharap penghargaan ini dapat dijadikan sebagai pemacu semangat untuk mendorong kinerja yang lebih bagus lagi di masa mendatang, “ kata dia dalam tasyakuran yang juga dihadiri Wabup Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Lamongan R Hari Purwanto itu.

Seperti diwartakan, pada Sabtu lalu (15/8), Bupati Lamongan Masfuk menerima anugerah Satya Lencana Wira Karya Bidang KB dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang diserahkan melalui Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Grahadi, Surabaya. Penghargaan ini diserahkan pada kepala daerah yang memiliki komitmen dan keseriusan dalam mensukseskan program pemerintah khusunya program KB.

Dari data yang disampaikan R Hari Purwanto, program penundaan usia perkawinan di Lamongan menunjukkan peningkatan. Pada 2008, usia perkawinan tertinggi adalah 21-25 tahun yang mencapai 64 persen dari jumlah perkawinan baru atau sebanyak 8.157 perkawinan baru. Sedangkan angka perkawinan baru ditahun 2008 mencapai 12.578 perkawinan.

Demikian pula angka melahirkan dari total wanita selama usia subur atau total fertility rate (TFR) yang terus menurun setiap tahun. “Tahun ini mencapai angka TFR mencapai 1,68. Artinya, keluarga di Lamongan rata-rata hanya memiliki anak 1 hingga 2 saja. Angka TFR Lamongan tersebut merupakan yang terendah di Jawa Timur. Sementara rata-rata Jatim mencapai 2,6.(arf, Humas Pemkab Lamongan)

0 comments:

Post a Comment