KOGI DIHIBUR PENGANTIN BEKASRI



Rombongan Ladies Program Kongres Obstetri dan Ginekologi Indonesia (KOGI) XIV yang kunjungi Kabupaten Lamongan kemarin (7/8) dihibur dengan berbagai ragam budaya Lamongan di Pendopo Lokatantra setempat. Diantaranya Tari Boran, Tari Jolo Sutro serta peragaan Upacara Adat Pengantin Bekasri yang merupakan upacara adat pengantin khas Lamongan.

Meski tidak disajikan secara penuh, rombongan peserta program tersebut terlihat terkesan dengan sajian syarat budaya luhur tersebut. Upacara itu diawali dengan prosesi kedatangan pengantin putri yang dibopong oleh bapak mempelai menuju lokasi upacara. Sementara sebelum pengantin putra datang, didahului dengan babat alas oleh seorang cucuk lampah. Setelah itu cucuk lampah mengantar pengantin putra menuju pengantin putri diiringi keluarga dan pembawa serah-serahan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan temon manten (mempertemukan pengantin). Pengantin putri sungkem kepada pengantin putra sebagai lambang pengabdian. Kemudian dilanjutkan pengantin putra membopong pengantin putri dengan membawa dua buah kelapa menuju pelaminan sebagai perlambangan tanggung jawab kepada isteri.

Bupati Lamongan Masfuk didampingi Endang Rijanti kepada pimpinan rombongan kunjungan, Fitri Heru Santoso, serahkan sebuah buku mengenai pengantin bekasri dan sejumlah cindera mata. Selanjutnya rombongan lakukan peninjauan bazaar produk unggulan Lamongan di pelataran pendopo didampingi Endang Rijanti Masfuk dan Mahdumah Fadeli.

Sebelumnya, Fitri Heru Santoso sampaikan sebelum di pendopo, rombongan juga sudah lakukan kunjungan di Wisata Bahari Lamongan. “Kami mengunjungi Lamongan untuk mengetahui langsung ragam wisata dan budaya Lamongan yang akhir-akhir ini berkembang demikian pesat. Atas berbagai prestasi ini, bupati beserta jajarannya saya rasa patut diacungi jempol. Pengalaman unik ini akan disampaikan ke teman-teman yang lain sehingga mengetahui Lamongan. “ kata dia.

Sementara Masfuk ungkapkan Pemkab Lamongan telah luncurkan berbagai program kesehatan. Diantaranya program kesehatan jemput bola. Yakni kerja sama dengan ibu-ibu Aisyiyah dan Muslimat untuk menjemput keluarga miskin yang tidak mampu untuk diberi layanan kesehatan gratis melalui bantuan informasi organisasi wanita tersebut. Selain itu, di Lamongan Puskesmas sudah miliki layanan UGD 24 jam.

“Sebenarnya jika sudah ke WBL akan rugi kalau tidak menginap di Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR). Karena TKBR ini adalah penginapan dengan resort yang semuanya menghadap ke laut sehingga memiliki nuansa tersendiri. Saya berharap jangan lupakan Lamongan. Selain keindahannya patut didatangai lagi, cindera matanya berkualitas ekspor, “ ujarnya berpromosi. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

0 comments:

Post a Comment