KUCURAN DANA UNTUK PULAU BAWEAN



Pemerintah Kabupaten Gresik mengucurkan dana ADD Tahap kedua untuk Kecamatan Sangkapura sebesar Rp. 970.272.500, dan untuk kecamatan Tambak Sebesar Rp. 697.262.00.

Bantuan tersebut diserahterimakan secara simbolis kepada Camat Tambak dan Camat Sangkapura oleh Sekda Gresik Dr. Husnul Khuluq, MM di Pendopo Kecamatan Sangkapura. Selain bantuan ADD, beberapa bantuan untuk Perbaikan Lingkungan Pasca Bencana Rp. 50 juta, Dana bantuan Penerangan Listrik Pedesaan Rp. 25 juta untuk desa Balikterus, Sangkapura dan 1 unit mobil ambulance untuk PCNU Bawean.

Juga di serahkan sumbangan Dana Operasional Masjid (DOM) 64 masjid di kecamatan Sangkapura dan 44 masjid di kecamatan Tambak masing-masing mendapat Rp. 3 juta. Sedangkan 2 Mushallah di kecamatan Sangkapura dan 2 mushalloh di kecamatan Tambak mendapat bantuan Rp. 6 juta.

Tak hanya itu sebagai program Prioritas dalam peningkatan hidup beragama dan pendidikan, juga di serahkan bantuan untuk 2 Pondok pesantren masing-masing, mendapat bantuan Rp. 7,5 juta. Sedangkan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Aisyiah mendapat bantuan dana sebesar Rp, 5 juta.

Pada kesempatan yang sama, Sekda menyerahkan blockgrand dana dekonsentrasi yang bersumber dari APBD Jawa Timur dengan total dana sebesar Rp. 95 juta untuk 2 SDN di Sangkapura. Dana Alokasi Khusus (DAK) SDN sebanyak 7 SDN di Sangkapura dan 7 SDN di Tambak dengan total dana sebesar Rp. 209.998.800, tambahan 1 Sanitasi senilai Rp.17.175.400 untuk SDN Kalompanggubuk I.

Pemkab juga mengalokasikan dana bantuan khusus untuk sekolah tertinggal untuk 20 SDN di Kecamatan Sangkapuran dan 20 SDN di kecamatan yang masing-masing mendapat bantuan Rp.2,5juta. Beasiswa untuk 299 di Kecamatan Sangkapura dan 300 anak dari Kecamatan Tambak yang masing-masing menerima Rp. 360 ribu.

Untuk peningkatan program pertanian di Pulau yang berjarak 80 mila dari Gresik ini, Pemkab Gresik mengucurkan bantuan dengan jumlah total sebesar Rp. 527.500.000,- yang teralokasi pada beberapa item meliputi BLBU Padi Hibrida, irigasi, Clopper, BUMA, dan ombrometers.

Kabag Humas M Hari Syawaludin yang menyertai rombongan kunjungan ke Pulau Bawean ini mengatakan,” tak hanya bantuan, Pemkab Gresik juga membuka layanan publik pembuatan akte kelahiran gratis untuk 1500 warga Bawean. Pelayanan ini akan dibuka selama 4 hari. Kami melihat program ini perlu dan sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini terlihat dari animo masyarakat yang tinggi. Sehingga pada hari pertama saja, petugas pada pelayanan ini sempat lembur sampai jam 4 pagi. ujar Hari (sdm, Humas Pemkab Gresik)

0 comments:

Post a Comment