POLISI TEMUKAN GUDANG PENYIMPANAN BARANG RAMPOKAN SENILAI 3,5 MILYARD



Sebuah rumah kontrakan dikawasan jalan Ngagel Tama Surabaya Jumat siang (14/08/2009,) digeledah aparat kepolisian dari Polda Jawa Timur, Polres Gresik dan Polres Surabaya Timur. Di rumah nomor 77 itulah, polisi menemukan ratusan jenis barang-barang yang diduga hasil rampokan.

Terungkapnya rumah kontrakan yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang-barang rampokan, setelah polisi menangkap tersangka Soni, warga jalan Rungkut dan Bambang, warga jalan Ngagel Surabaya. Keduanya ditangkap polisi dikawasan Kebomas Gresik. Dari keterangan kedua tersangka, polisi berhasil menemukan gudang tempat mereka menyimpan seluruh barang-barang hasil rampokan.

Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Anton Bahrul Alam, kedua tersangka merupakan anggota spesialis kelompok perampok atau pembajak truk kontainer antar propinsi yang mengirimkan barang dari Jakarta dengan tujuan Surabaya.

Modus yang sering digunakan kelompok ini adalah dengan berpura-pura menumpang truk. ditengah jalan tol menuju Surabaya, pelaku berpura-pura akan buang air. Saat sopir truk berhenti inilah, para pelaku lainnya beraksi. Dibawah ancaman senjata tajam, para pelaku menurunkan paksa awak truk dan membawa kabur truk beserta angkutannya.

“ Mereka beraksi dengan menggunakan cara kekerasan”. Kata Irjen Polisi Anton Bahrul Alam, Kapolda Jawa Timur

Dari hasil pengembangan kasus yang ditangani pihak Polres Gresik itu, di temukan 3 rumah kontrakan lainnya yang di gunakan sebagai gudang penyimpanan barang hasil kejahatan. Yakni rumah dikawasan jalan Nias, jalan Ngagel Jaya Tengah dan rumah di jalan raya Kalirungkut Surabaya.

Ratusan jenis barang rampokan senilai lebih dari 3,5 miliar rupiah, yang ditemukan di keempat gudang tersebut, berupa spare part kendaraan, buku, benang, kain, tinta cetak, kabel listrik, perlengkapan pakaian, berbagai makanan dan bahan makanan, perlengkapan sekolah dan benih tanaman. Biasanya, barang curian itu di jual dengan harga murah ke para agen. kini, keempat gudang beserta isinya tersebut, di sita polisi sebagai barang bukti.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan polisi, kelompok perampok ini telah melakukan aksinya puluhan kali, dan aksi terakhir terjadi tanggal 21 Desember 2008 lalu. ketika itu, truk tronton dengan nomor polisi h 1853 cg yang mengangkut spare part mobil dihentikan kedua tersangka dan kedua rekannya, dikawasan Rembang Jawa Tengah.

Dengan alasan menumpang, keempat pelaku naik truk yang disopiri sutarji dan dikeneki rusli, yang berangkat dari Jakarta dengan tujuan Surabaya. Tepat dikawasan jalan tol desa Kembangan Kebomas Gresik, keempatnya merampas truk dan membuang sopir serta keneknya ditengah jalan dengan kondisi terikat.

Meski polisi berhasil mengamankan 2 orang tersangka dalam kasus ini, 3 orang pelaku lainnya berinisial EK, TB dan D, ketiganya juga warga surabaya, berhasil melarikan diri, setelah mengetahui kedua rekannya ditangkap polisi.

0 comments:

Post a Comment