TAHUN DEPAN PABRIK SORBITOL SUDAH BERDIRI



Pada kwartal pertama tahun 2010 mendatang, bangunan pabrik pengolah gula dari pati jagung yakni PT Sorini Agro Asia Corporindo akan sudah berdiri di Kecamatan Ngimbang. Kepastian tersebut disampaikan General Manager Corn Project PT Sorini Agro Asia Corporindo Agung Subroto saat sosialisasi Agropolitan di Pendopo Kecamatan Ngimbang, Senin (4/7).

Dalam paparannya kepada ratusan masyarakat tersebut, Agung sampaikan bahwa PT Sorini Agro Asia Corporindo adalah perusahaan di bidang kimia pangan yang memproduksi gula dari pati singkong. Sementara yang diKecamatan Ngimbang adalah satu unit produksi baru pengolah pati dari bahan jagung. “Saya sampaikan disini, yang dibangun di Ngimbang ini adalah satu-satunya unit pengolah pati jagung di Indonesia, “ ucap dia.

Dijelaskan olehnya, unit produksi di Ngimbang itu kapasitas produksinya mencapai 450 ton jagung pipilan per hari. Jumlah tersebut setara dengan 250 ton pati jagung perharinya. Berdasar survey yang telah dilakukan supply, lanjut dia, pihaknya optimis Lamongan bakal mampu supply kebutuhan PT Sorini. “Nantinya kami akan berproduksi selama 24 jam dalam 3 shift dan 7 hari kerja perminggu. Libur maintenance dilakukan bersama dengan libur nasional, “ imbuhnya.

“Kami berharap mendapatkan dukungan masyarakat dan pemerintahan setempat serta seluruh stake holders di Lamongan. Kedepan kami yakin akan terjadi suatu hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan anatar PT Sorini, masyarakat sekitar dan pemerintah, “ kata dia dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Lamongan Masfuk, Wabup Tsalits Fahami Sekkab Fadeli serta sejumlah muspida Lamongan itu.

Pabrik terdekat PT Sorini sendiri berada di Gempol/Pasuruan dan Beji/Malang. Sementara pabrik pengolah pati singkong ada tiga unit, masing-masing dua unit di Lampung dan satu unit lainya di Ponorogo.

Masfuk sendiri menyebut berdirinya PT Sorini di kawasan selatan Lamongan (Ngimbang) tersebut adalah bagian dari komitmen Pemkab Lamongan untuk lakukan langkah nyata bagi wilayah selatan. “Awalnya memang berat, namun berkat dukungan masyarakat bersama semua pihak akhirnya “jebol” juga wilayah selatan, “ ujarnya merujuk mulai masuknya investor besar di wilayah selatan.

Kepada sejumlah kepala desa yang hadir dia minta mereka untuk memberi pengertian pada masyarakat agar jangan sampai jalan yang sudah mulai terbukla tersebut diganggu ditengah jalan. “Hal yang bagus ini jangan sampai dipelintir. Mari kita lindungi bersama kepentingan bersama yang bagus ini sehingga capat terwujud, “ papar dia.

Menurut Masfuk, dengan penetapan wilayah selatan sebagai Agropolitan, maka mulai industri hilir hingga hulu di bidang pertanian nantinya akan ditata di wilayah selatan. Mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi hingga pemasaran dan infrastruktur pertanian semuanya akan ditata. “Jika kawasan utara Lamongan adalah basis pengembangan industri maritim, maka kawasan selatan ini dikonsentrasikan pada industri pertanian, “ terang dia.

Berdasar laporan Kepala Bappeda Lamongan Ismunawan, wilayah selatan secara formil memang telah ditetapkan sebagai daerah Agropolitan. Yakni berdasar Keputusan Bupati Lamongan nomor 188/284/KEP/413.013/2008 tentang Penetapan Kecamatan Ngimbang Sebagai Sentra Kawasan Agropolitan di Kabupaten Lamongan. Serta Surat Gubernur Jatim nomor 520/1181/202.2/2009 tentang Penetapan Kabupaten Lamongan sebabagai Lokasi Pengembangan Kawasan Agropolitan di Jatim. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

0 comments:

Post a Comment