BENTROK DENGAN POLISI, BURUH PINGSAN DAN HISTERIS



Aksi unjuk rasa ratusan buruh perusahaan pengolahan kayu PT Redtroindo Nusantara di Gresik Jawa Timur, Kamis Sore (10/09/2009,) berakhir bentrok dengan polisi. Sejumlah buruh pingsan, dan mengalami luka-luka. sementara, tuntutan buruh mengenai besaran THR, hingga kini belum di penuhi manajemen perusahaan.

Jerit tangis dan ungkapan kekecewaan mengalir dari sejumlah buruh, yang kecewa terhadap model pengamanan polisi, yang dinilai berlebihan.

Sejumlah buruh pingsan dan terluka, bahkan, seorang diantaranya dilarikan ke Rumah Sakit Semen Gresik, untuk mendapatkan perawatan intensif akibat mengalami depresi berat.

Peristiwa bentrok terjadi saat sejumlah buruh, berusaha menghalangi-halangi truk kontainer yang akan mengisi muatan di dalam pabrik karena negoisasi mengenai tuntutan THR para buruh, belum mendapat tanggapan manajemen perusahaan.

Bentrok pun tak terhindarkan saat polisi berusaha membubarkan aksi buruh, yang menghalang-halangi truk kontainer. dalam insiden ini, sejumlah buruh diamankan, tetapi sebagian buruh yang lain, mengalami pingsan dan luka-luka, setelah terlibat bantrok.

Ulfah, salah satu buruh, mengatakan, pihak kepolisian bertindak melebihi batas kewenangannya dalam melakukan pengamanan.”Teman-teman saya hancur di pukuli mas. Padahal, kami hanya duduk-duduk saja”. Ujar Ulfah sambil menangis.

Aksi unjuk rasa ini, merupakan lanjutan 975 buruh pabrik pengolahan kayu PT Redtroindo Nusantara di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas yang menuntut THR sebesar 2 kali gaji pokok. Sedangkan, manajemen perusahaan bersedia membayar THR sebesar satu kali upah umk, sebesar 971 ribu rupiah.

Awalnya pihak security perusahaan sempat melarang wartawan masuk ke lokasi pabrik di mana bentrok antara buruh dengan aparat kepolisian terjadi. Akibatnya, wartawan hanya bisa meliput dari luar pagar pabrik.

Sementara itu, Kapolres Gresik, AKBP Muhammad Iqbal, mengatakan, polisi hanya berusaha mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. tetapi buruh justeru berusaha menghalang-halangi kontainer, yang akan mengisi barang di dalam pabrik, hingga terjadi bentrokan.

Namun, pihaknya akan melakukan penyelidikan kasus bentrokan ini dan jika anggota kepolisian terbukti bersalah, pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas. (86)

0 comments:

Post a Comment