TRADISI PASAR BANDENG, SAMBUT IDUL FITRI



(Gresik-86) Di kabupaten Gresik Jawa Timur, tradisi pasar bandeng menyambut hari raya Idul Fitri, kembali di gelar dengan suasana meriah. Seperti biasa, sejumlah ikan bandeng berukuran besar, mewarnai pesta rakyat yang berlangsung sejak masa kolonial Belanda tersebut.

Bagi masyarakat Gresik, perayaan Idul Fitri, terasa belum lengkap tanpa didahului kegiatan tradisi pasar banding atau bandengan dalam istilah masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini diadakan 2 hari menjelang hari raya idul firti dengan di ikuti bandeng-bandeng berukuran besar.

Tidak ada yang tahu pasti, kapan pertama kali pasar bandeng mulai di gelar. akan tetapi, tradisi pasar bandeng bermula dari kebiasaan masyarakat Gresik yang menganggap bahwa bandeng juga melambangkan prestise seseorang di dalam masyarakat. Dengan demikian, banyak masyarakat Gresik memakan bandeng, terutama menjelang hari raya. makin besar bandengnya, semakin tinggi pula prestisenya dalam pandangan masyarakat setempat.

“Untuk masyarakat Gresik, kalo tidak makan ikan banding saat Idul Fitri, terasa tidak afdhol”. Ujar Rosidi, warga Gresik yang membeli 2 ekor banding seberat 6 Kilo Gram.

Dalam perkembangannya, pasar bandeng sendiri kemudian menjadi sebuah tradisi, dan pesta rakyat, yang tidak hanya dikunjungi oleh warga Gresik, tetapi juga oleh masyarakat luar Gresik, seperti Surabaya, Sidoarjo, Tuban dan Lamongan.

Pesta bandeng kali ini di adakan di jalan raya Gubernur Suryo, depan pasar tradisional Gresik, dengan di ikuti lebih dari 175 pedagang ikan bandeng dari dalam dan luar kota Gresik.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun perayaan pasar bandengan juga diramaikan oleh ikan bandeng yang beratnya di atas lima kilogram. Harga perkilonya pun bervariasi antara 50 ribu hingga 200 ribu rupiah, tergantung kualitas ikan bandeng.

Adnan, salah seorang pedagang asal Desa Mangarai Kecamatan Bungah mengaku telah berpartisipasi dalam kegiatan pasar banding sejak tahun 1987. Saat ini, Adnan membawa 1,3 ton ikan bandeng. “Saya ikut pasar bandeng sejak masih bujangan sampai saat ini”. Ujarnya.

Aktivitas lain yang menarik dari pasar bandeng ini adalah aktivitas tawar-menawar harga antara para pedagang dengan pembeli yang cukup alot. Bahkan, tawar-menawar seperti ini, masih terlihat hingga menjelang datangnya waktu imsak. Di samping itu, fluktuasi harga ikan bandeng, selalu berubah dari waktu ke waktu tergantung musim dan kualitas ikannya.

Menariknya, pasar bandeng ini juga di ramaikan dengan lelang bandeng terbuka yang di dikuti oleh tokoh masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Gresik, pesta bandengan ini merupakan rangkaian dari pesta kemenangan melawan hawa nafsu setelah sebulan lamanya berpuasa.

0 comments:

Post a Comment