WADUK KERING, RIBUAN HEKTAR SAWAH TERLANTAR



(Gresik-86) Para petani di desa Sumari Kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik, hanya bisa pasrah saat sawah mereka mengalami kekeringan akibat kemarau, karena ratusan hektar areal persawahaan di desa ini adalah sawah tadah hujan.

Karena kehilangan pekerjaan, sebagian petani terpaksa beralih pekerjaan. namun, sebagian besar petani, justeru pasrah, sambil menunggu datangnya musim penghujan.

Meski berjarak sekitar 3 kilo meter dari sebuah waduk peninggalan belanda bernama Waduk Gedang Kulud di Kecamatan Cerme, namun, kondisi waduk yang mengering, justru memperparah kekeringan yang ada di desa ini.

Bahkan, dalam 2 bulan terakhir, waduk dengan luas 52 hektar dan mampu menampung kapasitas air mencapai 1,525 juta meter kubik ini, terlihat mengering dan lebih menyerupai lapangan. Padahal, waduk ini menjadi andalan irigasi persawahan 5 desa yang ada di sekitarnya.

Kondisi yang hampir sama juga di alami Waduk Ngasin seluas 10 hektar, di desa Ngasin Kecamatan Balungpanggang yang telah kering, sejak satu bulan terakhir.

Akibatnya, areal pertanian seluas tujuh ribu hektar, yang selama ini mengandalkan pasokan air irigasi dari waduk tersebut, terlantar.

Para petani terpaksa menganggur selama dua bulan menganggur, karena sawahnya terlantar. Padahal, hanya sawah ini, yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya. “ Ya bagaimana lagi, kondisinya sudah seperti ini dari dulu”. Ujar Riadi salah seorang petani di Ngasin.

Menurut Ketua Pengurus Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Gresik, Asikin Hariyanto, meski kondisi kekeringan telah berlangsung selama bertahun-tahun, tetapi hingga kini belum ada upaya teknis dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi yang ada.

Pemerintah Daerah menurutnya, bisa meringankan beban petani dengan melakukan penyudetan sungai bengawan, atau melakukan pengerukan waduk, yang sebagian besar kondisinya telah dangkal. “Pemda sebenarnya bisa merivitalisasi waduk dan saluran irigasi untuk meringankan beban para petani”. Ujarnya.

Sejauh ini, lima waduk besar di Gresik, kondisinya telah kering-kerontang. Ke 5 waduk tersebut adalah Waduk Banjaranyar, Waduk Ngasin, Waduk Sumengko, Waduk Kali Ombo serta Waduk Gedang Kulud. Ke 5 waduk tersebut sangat dibutuhkan warga karena lahan di sekitarnya sangat bergantung pada waduk, baik untuk pertambakan ataupun persawahan.

Sementara itu, musim kemarau juga mengakibatkan krisis air bersih di sejumlah kawasan di kabupaten Gresik. bahkan, warga desa Sumari Kecamatan Duduk Sampeyan, terpaksa menggunakan air kotor untuk keperluan hidup sehari-hari dengan cara mengendapkannya hingga bening. (86)

0 comments:

Post a Comment