DUA DAERAH SEKALIGUS STUDI PELABUHAN LAMONGAN



Dua daerah sekaligus kemarin (6/11) kunjungi Kabupaten Lamongan untuk melakukan studi terkait pembangunan pelabuhan. Kedua daerah itu adalah Kabupaten Kendal dan Bekasi. Rombongan tersebut diterima Bupati Lamongan Masfuk bersama Wabup Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli di Ruang Sasana Nayaka kompleks kantor Pemkab setempat.

Kabupaten Kendal dipimpin langsung oleh bupatinya Siti Nurmarkesi. Sementara kunjungan DPRD Kabupaten Bekasi dipimpin oleh Ketua DPRD Bekasi Mustakim. Menurut Mustakim, Kabupaten Bekasi saat ini sedang mengumpulkan bahan untuk pembuatan Perda terkait pembangunan pelabuhan. “Kami berharap mendapat sejumlah masukan dari Kabupaten Lamongan, “ ujar dia.

Sementara Kabupaten Kendal seperti disampaikan Siti Nurmarkesi, sudah sejak lama memiliki embrio pembangunan pelabuhan. Dia menggunakan istilah embrio karena rencana pembangunan pelabuhan di Kabupaten Kendal sudah ada sejak bupati terdahulu, yakni sejak tahun 2003. “Sampai saat ini embrio pelabuhan di Kendal belum bisa dioperasionalkan. Sementara Kabupaten Lamongan kini sudah memiliki sejumlah pelabuhan, “ kata dia.

Dilanjutkannya, Kabupaten Kendal memiliki potensi pada industri kecil batik dan pakaian bordir. Pemkab Kendal mewajibkan pada para pegawainya yang berjumlah sekitar 12.500 orang untuk memakai pakaian bordir pada setiap hari Jum’at. Dengan kebijakan kewajiban tersebut, omzet pengusaha border meningkat pesat

Dengan kalimat bercanda, Siti Nurmarkesi juga mengungkapkan bahwa sepanjang jalan di Kendal kini dikuasi Lamongan. “Itu karena semua warung yang ada di sepanjang jalan itu adalah kalau tidak Pecel Lamongan ya Soto Lamongan, “ ujar dia dengan nada bercanda.

Masfuk sendiri di Kabupaten Lamongan kini sedang dibangun tiga pelabuhan besar. Sementara satu shore base yakni Lmaongan Integrated Shorebase (LIS) sudah operasional. Ketiga pelabuhan yang akan segera rampung pengerjaannya itu adalah pelabuhan Rakyat Sedayulawas, Pelabuhan Samudera Brondong dan ASDP atau Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan.

Pelabuhan Sedayulawas yang dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 22,98 miliar tersebut dipersiapkan menjadi pelabuhan khusus kapal niaga (barang) antar pulau. Kemudian peningkatan status Pelabuhan Nusantara Brondong menjadi Pelabuhan Samudera tahun ini ditargetkan sudah menyelesaikan pembangunan dermaga dengan anggaran sebesar Rp 29,426 miliar. Sementara ASDP yang dibangun sejak tahun 2005, pada tahun 2010 mendatang ditargetkanm sudah operasional. Total anggaran pembangunan ASDP yang merupakan sharing APBN APBD Pemprov Jatim dan APBD Lamongan ini sudah menelan anggaran Rp 170 miliar.

0 comments:

Post a Comment