GRESIK KERAHKAN 12 DOKTER UNTUK PERIKSA TERNAK



Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Gresik akan mengerahkan 12 orang dokter hewan dan paramedis untuk memeriksa Hewan Kurban. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Gresik, Drs. Supi’i, M.Si, Selasa (17/11). Dua belas orang dokter hewan dan paramedis ini akan dibagi dalam 4 tim. Mereka akan disebar untuk memeriksa kesehatan hewan ternak kurban dibeberapa tempat sentra penjualan hewan ternak kurban.

Tim yang di ketuai Kasi kesehatan Hewan, drh. Nunung Diah ini akan mendatangi tempat-tempat penjualan hewan ternak kurban. “Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi terjangkitnya zoonosis (penyakit hewan)” ujarnya. Disebutkan oleh Nunung terkait pemeriksaan yang akan dilakukan. Ada dua macam pemeriksaan yaitu pemeriksaan ante mortem dan post mortem.

Pemeriksaan Ante mortem adalah pemeriksaan hewan sebelum dipotong. Pemeriksaan inilah yang akan dilakukan pada tanggal 23 sampai 26 Nopember, dan dilaksanakan di sentra –sentra tempat penjualan ternak. Pemeriksaan hewan kurban tahun 2009 ini, Subdin Peternakan membagi 4 Tim untuk pemantau di 4 lokasi, masing - masing Wilayah I) meliputi mulai dari sekitar Petrokimia Gresik, Giri, Tlogodendo. Tim ini akan diketuai langsung oleh drh. Nunung Diah.

Di wilayah II meliputi seputar GKB, Bunder sampai Suci. Diketuai oleh drh, Purdiyanto. Untuk Wilayah III yang meliputi dari Tlogo Pojok, sepanjang jalan Roomo Manyar, hingga Sembayat, diketuai oleh drh HermanS dan Wilayah IV meliputi jalanan sekitar Panglima Sudirman, Pasar Senggol, PLTU dan Jalan Veteran Gresik diketuai oleh drh, Devi Kartikasari.

Untuk membantu masyarakat dalam mengidentifikasi ternak kurban sehat Nunung memberikan tips, ”pemeriksaan ante mortem ini bisa dilakukan oleh orang awam terutama bagi pembeli hewan kurban, misalnnya dengan meraba bagian dada, pinggang, ketiak dan yakinkan bahwa tidak ada pembengkakan. Alat kelamin luar (testis) harus sama dan simetris.” ujarnya yakin. Nunung juga menyarankan, agar jangan membeli hewan yang sedang demam, diare dengan berak ada darahnya serta pernapasannya lemah sebab gejala yang demikian itu adalah tanda hewan yang terkena antraks.

Sedangkan pada Hari H saat hari raya Idul Adha, Jum’at (27/11) akan dilakukan pemeriksaan Post mortem yaitu pemeriksaan di tempat penyembelihan yang biasanya dilakukan di Masjid, Musholllah maupun di kampung-kampung. pemeriksaan ini dilakukan pada hewan yang telah disembelih. ”Kami memeriksa pada organ hewan yang telah disembelih. Misalnya pada kelenjar limfe gunanya untuk menemukan peradangan, menemukan cacing pada pencernaan, paru dan hati. Kalau ditemukan cacing pada organ tersebut, maka organ tersebut harus diafkir.

Dalam pemeriksaan ini, kami juga mengerahkan beberapa petugas peternakan ditingkat kecamatan agar memantau penjualan hewan kurban diwilayah masing-masing. Terutama pemantauan penjualan hewan ternak yang berasal dari luar Gresik.
Tentang ketersediaan Ternak Kurban 2009 di Gresik yaitu Sapi 6.000 – 8.000 dari populasi jantan 27.135 ekor. Kambing 11.000 – 12.000 ekor dari populasi jantan 16.338 ekor. Sedangkan domba ada 4.000 – 5000 ekor dari 8763 ekor. (sdm)

0 comments:

Post a Comment