PARADE ANCAK DI SEDEKAH BUMI



Bermacam ancak/ambeng atau makanan yang ditata sedemikian rupa ditaruh diatas wadah yang menyerupai tandu. Tandu-tandu itu datang dari berbagai penjuru gang dan rumah. Kemudian tandu-tandu itu ditata berjejer ke arah empat penjuru mata angin mengelilingi panggung pusat acara yang tepat ada di perempatan jalan dusun Betiring desa Banjarsari kecamatan Cerme Gresik.

Tampak setiap tandu dihiasi empat rengginang atau kerupuk dari ketan sepanjang satu meter yang dibentuk menyerupai tanduk kerbau. Menurut tetua kampung, tanduk kerbau ini pertanda kesuburan, karena pada jaman dulu masyarakat Betiring membajak sawahnya dengan menggunakan kerbau.

Sebagai tempat hidangan makanan, Tandu Ancak ini sangatlah besar sehingga perlu digotong oleh dua orang bahkan lebih, untuk membawanya ketemnpat upacara. Tak heran, bila beberapa ancak diantaranya dibawa dengan mobil bak terbuka dan gerobak dorong. Menurut ketua Dusun, Priyo Anggodo, Setiap Ancak diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 500.000 hingga Rp. 1.000.000 bahkan ada yang menyebut angka lebih dari satu juta rupiah.

Ditambahkan oleh Priyo Aggodo, bahwa setiap tahun perayaan sedekah Bumi di Betiring semakin meriah. Kali ini selain dihadiri Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf, juga jumlah ancak semakin banyak. Ada sekitar 800 ancak lebih yang disumbangkan warga dusun betiring untuk prosesi ini. (sdm, Humas Pemkab Gresik)

0 comments:

Post a Comment