SISWA SD GELAR DRAMA KOLOSAL HARI PAHLAWAN



(Gresik-86) Menyambut hari Pahlawan, siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Masnyar di Gresik Jawa Timur menggelar drama kolosal peristiwa 10 nopember 1945. Drama kolosal tersebut bertujuan menanamkan rasa patriotisme kepada siswa dengan menghayati kegigihan perjuangan para pahlawan.

Suasana kemeriahan tampak di Sekolah Dasar Muhammadiyah Manyar di komplek perumahan Gresik Kota Baru Kecamatan Manyar. Hari itu (09/11/2009,) para siswa tengah menggelar drama kolosal perjuangan para pahlawan di Surabaya pada 10 Nopember 1945 yang kemudian di tetapkan sebagai hari Pahlawan.

Dalam drama kolosal itu, para siswa memerankan berbagai kelompok masyarakat, mulai petani, pejabat, pejuang hingga kaum penjajah. Di samping terdapat musik pengiring, drama itu juga di pandu dengan bimbingan peristiwa sejarah yang di bacakan salah seorang siswa.

Sebagaimana dalam peristiwa sejarah kota pahlawan, Surabaya, perlawanan para pejuang di mulai dengan kedatangan tentara sekutu yang di boncengi Belanda untuk melucuti senjata tentara Jepang yang kalah dalam perang dunia kedua. Namun, pihak Belanda yang membonceng, kemudian berusaha menjajah kembali Indonesia.

Peristiwa yang menjadi cacatan sejarah di Surabaya adalah berkibarnya bendera Belanda di hotel Yamato, yang kemudian di turunkan para penjuang dengan di ganti bendera merah putih.

Di samping memperagakan peristiwa penurunan bendera di hotel Yamato, para siswa juga memperagakan terbunuhnya Jendral Mallaby di Jembatan Merah Surabaya yang menjadi awal pecahnya perang bersenjata antara kedua belah pihak. Tak hanya itu, drama juga di lengkapi pidato bung tomo dalam membakar semangat para pejuang termasuk menolak ultimatum Inggris dan Belanda untuk menyerah.

Setelah melalui pertempuran sengit, para pejuang berhasil mengalahkan Belanda. Sebagai akhir dari drama, ratusan siswa kemudian menyanyikan lagu Rek Ayo Rek, sebagai simbol kerinduan pada kota pahlawan Surabaya.

Drama kolosal itu sengaja di gelar pihak sekolah agar para siswa bisa menghayati dan mengenal kegigihan para pejuang dalam memperoleh kemerdekaan.

“Drama ini mengajarkan kami untuk bisa menirukan semangat juang para pahlawan” Ujar Naufal H Ramadhani, pemeran Bung Tomo.

Pihak sekolah mentargetkan siswa mampu menghayati dan memahami sejarah perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan hingga tertanam rasa patriotisme yang kuat dalam diri siswa. “Kegiatan ini adalah upaya menanamkan rasa patriotisme kepada siswa”. Kata M Fadholi Aziz, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Manyar.

Bagi para siswa, mengenang perjuangan para pahlawan dengan drama, lebih mudah di ingat dan di hayati. Untuk itu, pihak sekolah berencana menjadikannya sebagai cara dalam menyambut hari Pahlawan di tahun-tahun mendatang. (86)

0 comments:

Post a Comment