PETANI LAMONGAN MULAI TANAM PADI



Meski hujan belum begitu sering mengguyur wilayah Kabupaten Lamongan, sejumlah petani sudah ada yang menanami lahan sawahnya dengan padi. Sampai dengan Desember ini, berdasar data evaluasi tanam di Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat tercatat sudah ada sejumlah 16.175 lahan pertanian yang ditanami komoditi padi.

Kadinas Pertanian dan Kehutanan Djonot Subagijo melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa menyampaikan musim tanam pada musim penghujan 1 atau MP1 memang biasanya dimulai Oktober hingga Maret. Sementara Kecamatan Mantup dan Kembangbahu menjadi dua daerah yang lahan pertaniannya paling banyak ditanami lebih dulu. Yakni masing-masing 4.155 hektar di Mantup dan 4.009 hektar di Kembangbahu.

“Prediksinya memang musim hujan akan mulai terjadi di Bulan Desember. Selain itu, beberapa hari ini hujan juga sudah mulai sering turun sehingga mulai ada petani yang berani menanam padi, “ terang dia kemarin. Selain komoditi padi, menurut aris juga ada sejumlah 8.894 lahan yang ditanami padi.

Aris juga mengungkapkan realisasi panen dan produktivitas serta produksi padi di Kabupaten Lamongan tahun ini menampakkan hasil yang mengembirakan. Sampai dengan akhir Nopember, produksi padi di Lamongan sudah mencapai 889.402 ton di lahan tanam seluas 140.557 hektar.

Realisasi ini, lanjut dia, naik dibanding produksi akhir tahun lalu yang mencapai 839.986 ton. Dinas pertanian dan Kehutanan sendiri menargetkan produksi padi tahun ini di angka 764.433 ton. Sehingga realisasi produksinya mencapai 116,35 persen dari target yang ditetapkan. Produksi padi tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Sugio yang mencapai 71.395 ton di 11.859 areal tanam. “Produksi tinggi di Sugio ini selain karena luasnya lahan, juga ditunjang irigasi yang memadai dari Waduk Gondang, “ ujarnya.

Selain padi, komoditi palawija seperti jagung juga mengalami kenaikan produksi. Yakni dari sebanyak 319.844 ton di tahun 2008, naik menjadi sebanyak 335.717 ton pada Nopember 2009. sementara kedelai mengalami kenaikan produksi cukup signifikian. Yakni dari 23.779 ton di tahun lalu menjadi sebanyak 30.977 ton tahun ini. Atau naik sebanyak 7.198 ton. (arf, Humas Pemkab Lamongan)

0 comments:

Post a Comment