PEMKAB GRESIK MINTA KAPAL BESAR, UNTUK TRAYEK GRESIK – BAWEAN


Untuk mengantisipasi lumpuhnya Pelayaran Gresik – Bawean terkait tingginya gelombang, Pemkab Gresik meminta PT Dharma Lautan untuk mengoperasikan Kapal lebih besar. Hal ini disampaikan oleh Kabag Perekonomi, Harris Irianto melalui kabag Humas Pemkab Gresik M. Hari Syawaludin, Selasa (12/1). “Besok pagi surat itu akan kami kirim” ujarnya memastikan.

Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang perkiraan tinggi gelombang di selat Bawean pada 13 Januari sampai 18 Januari 2010 mencapai 4-5 m. Dua kapal yaitu Ekspres Bahari dan KM Dharma Kartika yang biasanya melayani rute Gresik-Bawean PP, serta merta menghentikan operasinya. Hal ini karena kedua kapal tersebut hanya mampu melintasi Selat Bawean apabila gelombang dibawah 3 Meter.

”kami tidak mau beresiko, karena bobot kapal Dharma Kartika hanya 200 dwt. Sedangkan untuk melintasi gelombang sertinggi 4 – 5 m harus kapal yang mempunyai bobot 800 dwt” hal ini disampaikan oleh Utusan manajemen PT Dharma Lautan Perusahaan yang membawahi KM. Dharma Kartika saat rapat koordinasi di ruang rapat lantai II.

Menurut Utusan PT Dharma Lautan, dengan mengoperasikan kapal besar (800 dwt) konsekwensi harus ada penambahan penumpang. Karena kapasitas penumpang mencapai 300 orang. Menanggapi keinginan pihak PT Dharma Lautan, Kabag Perekonomian optimis, menurutnya dengan tidak beroperasinya Ekspres Bahari, kapasitas 300 orang itu akan terpenuhi. Ujarnya.

Rapat koordinasi yang juga menghadirkan beberapa SKPD lintas sektoral ini juga membahas tentang solusi pemecahan masalah berbagai hal terkait gelombang tinggi di Selat Bawean. Kepala Dinas Kesehatan, menyatakan bahwa persediaan obat-obatan di pulau Bawean sampai saat ini cukup dan aman. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Ketahanan pangan, yang menyatakan stok beras di Pulau Bawean tersedia dan cukup sampai 1 bulan kedepan. (sdm)

0 comments:

Post a Comment