WIWIT MANTEN, TRADISI PETANI JELANG PANEN RAYA



Para petani di Demak Jawa Tengah mempunyai cara unik sebelum memanen padi. Mereka menggelar tradisi yang disebut Wiwit Manten, sebagai pertanda dimulainya panen raya padi.

Para petani di Desa Karangmlati Kecamatan Demak Kota, menggelar ritual Wiwit Manten untuk menyambut panen raya padi (28/01/2010.) Tradisi Wiwit Manten sebenarnya sudah berlangsung puluhan tahun lalu, namun sempat terhenti akibat kurang di lestarikan warga.

Wiwit Manten sendiri berasal dari kata wiwit dan manten yang dalam bahasa Indonesia berarti memulai dan pengantin.

Ritual dimulai dengan menyiapkan berbagai sesaji, berupa makanan tradisional ke areal persawahan. Dipimpin oleh seorang tokoh adat setempat, para petani kemudian berdoa dengan khusuk.

Dalam tradisi ini, tanaman padi yang sudah layak dipanen kemudian dipotong dan diikat bersama bunga. Padi inilah yang dinamakan sebagai manten atau pengantin, untuk selanjutnya disimpan dalam lumbung, sebagai bahan makanan, dan sebagian lainnya sebagai benih pada musim tanam berikutnya.

Tradisi Wiwit Manten selain untuk melestarikan budaya Jawa, juga merupakan wujud ungkapkan syukur kepada sang pencipta, yang telah memberikan hasil tanam yang melimpah. “Tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur warga”. Ujar Agus Kartono, Kades Karangmlati

Selain memotong padi dalam ritual Wiwit Manten, para petani juga mencuci alat-alat pertanian.

Setelah ritual wiwitan selesai, aneka makanan yang terdiri dari berbagi makanan tradisional kemudian dibagikan kepada warga yang datang untuk dimakan secara bersama-sama. (86)

0 comments:

Post a Comment