BAKSO KEONG DI PERCAYA OBATI LIVER



Warung Bakso Pak Singgih di komplek Tugu Gatot Subroto Berkoh, Purwokerto Jateng, Jawa Tengah, selalu ramai oleh pembeli. Maklum menu bakso di warung cukup bervariasi. Selain menyediakan bakso sapi, ikan dan jamur, ada menu baru yakni bakso keong.

Sepintas, tak ada bedanya antara bakso keong dengan bakso pada umumnya. Semuanya pasti ada sayur, mie dan pentol berbentuk bulat dengan adonan tepung. Yang membedakan, ada di bahan dasar pembuatan pentolnya, yakni terbuat dari bahan utama keong sawah.

Sebelum di masak menjadi pentol, keong terlebih dahulu dipilih keong yang bagus dan berukuran sedang. keong yang digunakan adalah keong hitam yang bisa hidup liar di sawah atau kolam. keong jenis ini aman dikonsumsi dibanding jenis keong lain seperti keong mas yang beracun dan keong sungai yang berbau busuk. “Keaong hitam mudah memasaknya dan rasanya lebih enak”, ujar Singgih.

Berbeda dengan daging lain, daging keong memerlukan penanganan khusus agar tidak mengeluarkan aroma amis saat di konsumsi. Unutuk itu, Singgih mencampurkan keong dengan sedikit kapur dan memilih keong yang benar-benar fresh alias masih hidup untuk langsung dimasak selama 2 jam.

Setelah matang, keong lalu diambil bagian dagingnya dengan cara dicungkil dari cangkangnya. lalu dipotong berukuran lebih kecil, daging keong ini kemudian dicampur dengan adonan tepung lalu dibuat bulatan pentol untuk selanjutnya direbus.

Menghidangkan bakso keong sama persis dengan menghidangkan bakso pada umumnya yakni dicampur mie dan kuah agar lebih nikmat. Meski belum ada penelitian ilmiah, namun bakso keong di percaya para konsumennya bisa membantu terapi penyembuhan penderita liver dan gangguan nafas. Selain itu, keong hitam juga di percaya berkhasiat sari rapet dan infeksi rahim bagi kaum wanita.

Selain dijual di Purwokerto, bakso keong buatan pak Singgih juga dipesan dari luar kota yakni semarang dan jakarta. Untuk memenuhi permintaan, dalam sehari, Pak Singih membutuhkan sedikitnya 50 Kilogram keong.

1 comment: