MENENGOK KAMPUNG CYBER DI YOGYAKARTA



Teknologi informasi jika digunakan secara tepat dan benar, akan mendatangkan manfaat bagi penggunanya. Seperti yang dilakukan warga Kampung Taman, Patehan, Keraton, Yogyakarta yang secara kolektif mengelola internet untuk kemajuan kampung. Selain bisa mengakses internet secara gratis yang disediakan di gardu ronda, warga juga mampu mengelola Web/Blog berisi informasi kampung mereka dan menawarkan produk produk usaha warga setempat.

Pemandangan berupa kerumunan warga yang tengah beraktifitas di pos ronda misalnya, setiap hari tidak mengisi kegiatannya dengan ngerumpi, melainkan sedang berselancar di dunia maya. Bahkan, anak-anak juga asyik dengan laptop dan komputer yang tersedia di pos ronda. Demikian juga dengan ibu-ibu yang asyik mengarungi dunia maya, sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pemandangan seperti ini adalah pemandangan rutin setiap hari, yang di lakukan warga menyusul tersedianya jaringan internet secara gratis sejak bulan Juni 2009 lalu.

Jaringan internet ini disediakan oleh pengurus kampung agar warganya bisa mendapatkan informasi sebanyak banyaknya melalui internet. Jaringan internet dengan menggunakan kabel ini disambungkan dari rumah satu ke rumah warga yang lain. Sedangkan pusat pengendalian ada di rumah Ketua RT.

Pengadaan jaringan internet ini dilakukan warga secara swadaya. Warga yang tidak mampu dan tidak mempunyai komputer dapat menggunakan internet di pos ronda secara gratis. Sedangkan warga yang memasang jaringan internet di rumah, membayar iuran sebesar 50 Ribu Rupiah setiap bulannya.

Adanya jaringan internet ini, sangat membantu warga yang mempunyai usaha untuk memasarkan produknya. Seperti usaha penjualan alat-alat pancing dan sebagainya yang promosi melalui internet. Sehingga meski berada di tengah kampung, namun pelanggannya cukup banyak.

Demikian dengan usaha kain batik dan lukisan yang dimiliki warga taman ini. Mereka sangat merasakan akan manfaat jaringan internet yang mereka kelola. Usahanya semakin maju.

Heri Sutanto, Ketua RT 36 Kampung Taman, mengatakan, meskipun taraf hidup warganya tergolong kelas menengah kebawah. Namun tidak menyurutkan keinginan warga untuk melek tehnologi. “Berjalan sambil belajar, hingga semuanya bisa”, ujar Heri Sutanto.

Sementara itu, ibu-ibu rumah tangga, memanfaatkan jejaring sosial facebook untuk melakukan komunikasi antar ibu-ibu pkk ketika akan melakukan kegiatan. Selain itu, bisa juga untuk mencari resep-resep masakan untuk menemukan invasi baru dalam menu makanan di rumah.

Jaringan internet yang ada di kampung taman tersebut telah tersambung di 15 rumah dan beberapa pos ronda. Selain untuk memperkenalkan teknologi, juga menjadi sarana bertukar pikiran secara tepat dan cepat.

3 comments:

  1. tidak ada kata lain untuk kampung taman yogyakarta selain acungan dua jempol.
    patutu di contoh untuk kampung yang lain, kampungku segera menyusul sob

    ReplyDelete
  2. GILA..! Nenek-Nenek dah Gaoll dan canggih yaa..

    ReplyDelete
  3. mantap ni....pergerakan brilian untuk kemajuan indonesia

    ReplyDelete