MENGELILINGI PULAU JAWA BERSAMA KELUARGA DENGAN NAIK BECAK



Siapa menyangka! Jika di tengah jalan raya yang padat kendaraan bermotor, seorang abang becak setengah baya sedang mengayuh becak tuanya bersaing dengan kendaraan bermotor yang padat. Bersama 4 orang penumpang yang tak lain adalah istri dan ketiga anaknya, lelaki setengah baya yang tak lain adalah Toni warga Jalan Depok Timur Nomor 691 Semarang Jawa Tengah, telah menempuih perjalanan cukup jauh yang sebenarnya bukan jarak tempuh kendaraan semacam becak.

Pada sayap roda belakang tertulis SEMARANG SURABAYA MADIUN lengakap dengan anak panahnya, yang berarti telah dan sedang menempuh perjalanan panjang melintasi kota tersebut.

Sudah 5 hari lamanya, Toni menyusuri Jalan Raya Nasional Pantura mulai dari Semarang dengan tujuan kota Madiun Jawa Timur untuk menemui keluarganya. Saat berisitirahat di SPBU Tebaloan Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Toni bercerita jika tengah menjelajahi pulau Jawa bersama keluarga. “Kami tengah sedang menjelajahi kota-kota di Jawa”, ungkapnya.

Yang mengherankan, Toni menjelajah tidak hanya bersama istrinya saja melainkan juga dengan ke 3 orang puterinya yang masih Balita, yakni Amalia Puteri (3th), Alia Puteri (2 Th) dan Bunga Aprilia (9 Bln).

Toni mengaku anak-anaknya tidak ada yang sakit selama perjalanan. Bahkan, terlihat sehat dan tambah gemuk. Menurut Toni, semua ini karena mereka ikut merasakan bahagianya berkelana. Toni mengaku, di tengah perjalanan, ia dan istrinya mengajarkan kepada anak-anaknya tentang sesuatu yang di lihatnya. Misalnya melihat pemandangan serta hal-hal yang jarang di temuinya di rumah.

Tak hanya itu, pemahaman yang paling penting untuk di transfer pada anak-anaknya adalah ketabahan dan kegigihan dalam menghadapi persaingan hidup yang sangat keras ini. Menurut Toni, anak-anaknya perlu belajar tentang nilai-nilai kejiwaan yang saat ini sudah hampir musnah di telan materialisme.

Sebelumnya, Toni telah melakukan perjalanan melintasi Jakarta, Bandung dan Semarang, dengan naik becak juga bersama keluarga. Bahkan, beberapa bulan kedepan, Toni berencana mengelilingi pulau Madura.


Hebatnya lagi, dalam menempuh perjalanan jauh bersama keluarganya ini, Toni sama sekali tidak membawa bekal apapun. Hanya pakaian dan sekedar perlengkapan pribadi lainnya. Untuk makan, Toni mengaku selalu mendapat rejeki melalui sedekah orang.”kami tidak bernah meminta-minta, tapi hati merekalah yang tergerak untuk memberi”, ungkapnya.

Bagi Toni, naik becak bukan hanya sekedar mencapai kota tujuan belaka, tetapi lebih dari itu, ada pesan melestarikan lingkungan di tengah polusi udara yang mengancam kesehatan warga. (86)

0 comments:

Post a Comment