SEPI PEMINAT, KERAJINAN GENDANG PENCAK TERANCAM PUNAH



Gendang Pencak yg menjadi aset budaya Indonesia terutama Jawa Barat kini terancam punah. Di Sukabumi misalnya, hanya segelintir pengrajin pembuat gendang ditengah yang masih bertahan di tengah kepungan alat musik modern, Selain itu, pengrajinpun mulai kesulitan mencari pasar serta bahan baku hingga regenarasi pembuatan gendang.

Salah seorang pengrajin yg masih bertahan adalah Bubun Hasbulah(57 th), warga kampung Rajabungus Desa Karangjaya Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi. Dengan sisa-sisa tenaganya, Pak Bubun terus berkarya untuk terus melestarikan gendang yg biasa dipakai untuk permainan silat.

Selama 30 tahun lamanya, Bubun membuat gendang pencak silat dengan bahan baku kayu pohon nangka serta kulit lembu. Berawal dari kecintaannya sebagai seniman silat, Bubun meneruskan usaha ayahnya dengan bermodalkan alat seadanya. Seiring maraknya peralatan modern, kini Bubun hanya membuat gendang berdasarkan order yang setiap bulannya rata-rata hanya mendapat satu kali pesanan berupa 1 set gendang saja. “Akhir-akhir ini, pesanan sangat turun drastic”, ujarnya.

Pembuatan gendang sebenarnya tidaklah sulit, hanyalah dengan melubangi bagian kayu menggunakan peralatan tradisional sehingga membentuk dan menghiasi gendang. Cara tersebut cukup menguras tenaga karena harus menghaluskan bahan baku agar suaranya bisa bagus.

Bubun menjual gendang sila karyanya seharga 1,5 hingga 3 Juta Rupiah persetnya yg terdiri dari3 buah gendang.

Namun pak Bubun risau karena tak ada lagi penerus pengrajin gendang. Yang di khawatirkannya adalah akan semakin punahnya budaya Jawa Barat di tengah semaraknya peralatan musik modern.

1 comment:

  1. iya sob d tulungagung aja peraji ini hanya tinggal beberapa gelintir aja

    coment dan senggol ads q juga yah sob

    ReplyDelete