943 GURU LOLOS ADMINISTRASI SERTIFIKASI



Tahun ini kuota guru PNS maupun non PNS yang lolos persyaratan administrasi sertifikasi mencapai 943 orang. Terbanyak adalah dari guru PNS sebanyak 740 orang, sementara guru non PNS sebanyak 203 orang.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa Nur melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, guru yang lolos administrasi sertifikasi tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK serta termasuk di dalamnya 5 orang guru SDLB PNS dan 1 orang pengawas Dikmenumjur (pendidikan menengah dan kejuruan). Terbanyak adalah guru SD, yakni sebanyak 583 orang berstatus PNS dan 8 orang non PNS.

“Selanjutnya bagi mereka yang lolos seleksi administrasi ini diharuskan mengikuti uji kompetensi melalui penilaian portofolio. Tahun ini yang ditunjuk sebagai Lembaga Pendidikan Pelaksana Kependidikan atau LPTK untuk Kabupaten Lamongan adalah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan perguruan tinggi mitra di Lamongan adalah STIKIP PGRI Lamongan. LPTK inilah yang akan meneliti kualifikasi akademik guru calon penerima sertifikasi melalui portofolionya, “ terang dia.

Diuraikannya, guru yang mengikuti seleksi admistratif sertifikasi adalah guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional. Yaitu guru yang mengajar di sekolah umum, kecuali guru agama. Karena untuk guru agama dan semua guru yang mengajar di madrasah penyelenggara sertifikasinya Departemen Agama. Sementara diantara syarat lainnya adalah guru bersangkutan belum memasuki usia 60 tahun dan memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-IV.

“Pemberian sertifikasi untuk guru non PNS bukan sebatas untuk memberikan tunjangan profesi bagi mereka. Namun lebih jauh untuk menetapkan kesetaraan jabatan, pangkat dan golongan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, “ ujarnya.

Sertifikasi guru, lanjutnya, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru sehingga pembelajaran di sekolah menjadi berkualitas. “Sertifikasi guru melalui uji kompetensi memperhitungkan pengalaman profesionalitas guru, melalui penilaian portofolio guru. Sepuluh komponen portofolio guru akan dinilai oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru. Bagi guru yang belum memenuhi batas minimal lolos, akan mengikuti pendidikan dan pelatihan hingga guru dapat menguasai kompetensi guru, “ imbuh dia.

Tahun lalu Kabupaten Lamongan mendapat alokasi sertifikasi guru sejumlah 1.554 orang. Dari jumlah tersebut, setelah melalui proses penilaian portofolio, 1.053 orang guru dinyatakan lulus. Atau portofolionya memenuhi skor minimal yang ditetapkan. Kemudian yang tidak lulus masih diberi kesempatan dengan mengikuti Pendidikan dan pelatihan Profesi Guru atau PPG. Dari proses PPG ini hanya ada 480 orang guru yang lulus, sementara sisanya gagal.

0 comments:

Post a Comment