SURABAYA SAMATOR GAGAL BAYAR KEKECEWAAN PENDUKUNGNYA



Setelah sehari sebelumnya takluk di tangan Jakarta BNI 46, tuan rumah Surabaya Samator kembali kalah saat bertemu Palembang Bank Sumsel Babel. Bermain dalam lanjutan kompetisi Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 di GOR Ken Arok, Malang, Minggu (18/4), Surabaya Samator, sang juara Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009 harus menyerah dengan kedudukan 2-3 (26-24, 25-22, 19-25, 20-25, 11-15). Satu-satunya tim putra asal Jawa Timur ini pun gagal membayar kekecewaan pendukungnya atas kekalahan pada hari sebelumnya.

Selang sehari sebelumnya di tempat yang sama, Sabtu (17/4), Surabaya Samator yang mendapat dukungan dari ribuan pendukung setianya, menyerah 1-3 di tangan Jakarta BNI 46. Kali ini, kekalahan kembali membayangi Affan Priyo Wicaksono (12) dkk. Surabaya Samator masih tidak belum diperkuat pemain terbaiknya Ayip Rizal (7) yang baru saja keluar dari rumah sakit karena infeksi percernaan. Ketidakhadiran Ayip hari ini digantikan oleh pemain asal Vietnam, Ngo Vanh Kieu (1).

Pemain tim nasional Vietnam ini baru ditampilkan pada putaran kedua karena sebelumnya masih bermain di liga di negara asalnya. Hari ini pelatih Surabaya Samator Li Qiujiang cukup percaya diri untuk menurunkan perpaduan pemain muda dan senior. Barisan muda diisi Febriyanto E. P. (3) dan libero Veleg Dhani (16). Mereka baru tampil untuk pertama kalinya di Sampoerna Hijau Voli Proliga tahun ini. Selain itu, ada pula Mahfud Nurcahyadi (4) yang diturunkan pada akhir set kedua, menggantikan posisi pemain asal China, Wu Xiao Lei (2).

Li juga menampilkan pemain yang sebenarnya sudah sangat jarang tampil, Aris Achmad Rizqon (13). Penampilan pemain berusia 27 tahun ini juga baik kendati hanya sebagai pemain cadangan. Posisi tosser ditempati oleh pengumpan muda Bagus Wahyu (5) menggantikan tosser utama Didi Irwadi yang belum juga diturunkan.

Di kubu lawan, Palembang Bank Sumsel Babel memaksimalkan pemain-pemain terbaiknya. Andri Widiatmoko (11), yang menggantikan posisi Koko Prasetyo (2) yang tengah mengikuti kejuaraan voli pantai Asia Pasifik, ditampilkan sejak awal. Penampilan mantan pemain Bantul Yuso Gunadarma ini cukup mulus. Dua pemain asing, Bruno (16) dan Julius Sabo (18), juga menjalankan perannya dengan baik.

Pertarungan kedua tim berjalan seimbang. Dua set awal menjadi milik Surabaya Samator. Namun, di dua set berikutnya tim lawan menyamakan kedudukan dan menciptakan set kelima. Tiga set akhir ketika Palembang Bank Sumsel Babel menang, memang mereka bermain lebih baik, terutama dengan blok-blok yang sangat rapat dan sulit ditembus. Dari blok-blok inilah, banyak poin lahir, terutama blok dari Sabo (18), yang postur tinggi badannya melewati angka dua meter. Dengan kemenangan itu, Palembang Bank Sumsel Babel berdiri tegar di puncak klasemen dengan nilai 13, sementara Surabaya Samator hanya berhasil mengantongi 11 poin.

"Tim kami banyak melakukan kesalahan sendiri hari ini," kata Manajer Surabaya Samator, Hari Trisnardjo. "Kekuatan lima tim sebenarnya berimbang. Jadi tim siapa yang paling banyak melakukan kesalahan sendiri, dapat dipastikan dia yang tidak menang. Tim kami, terutama di set keempat, selain melakukan kesalahan sendiri, gagal melakukan blok," tambahnya. "Tapi kami tidak pernah takut kalah. Kita juga tidak malu atas kekalahan ini sebab kalau menang terus mungkin juga bosan," ujar Hari lagi berbesar hati.

Menurut pemain Palembang Bank Sumsel Babel, Brian Alfianto (6), Surabaya Samator sebenarnya adalah tim yang bagus. "Teamwork-nya sangat rapi, hanya sayangnya ada beberapa kesalahan yang dilakukan sendiri. Di situlah kita bisa mencuri poin," katanya.
"Ketika mental Surabaya Samator turun di set ketiga, kita curi semangatnya hingga akhirnya kita sedikit demi sedikit bisa memimpin pertandingan hari ini. Selain itu, di set ketiga, pembagian bola dari tosser kami lebih enak dan variatif," tambahnya.

Menurut asisten manajer Bank Sumsel, Abbas Akbar, kekuatan individu memang perlu, tapi teamwork juga menentukan. “Kemenangan hari ini bukan untuk berbangga diri. Saya menekankan pada semangat untuk maju ke depannya (Final Four). Saya ingin anak-anak percaya diri karena hari ini mereka berhasil membuktikan kemampuannya, bahwa latihan yang rutin dan tentunya berdoa akan membuahkan hasil yang maksimal.”

0 comments:

Post a Comment