BUDIDAYA KUTUK LAK, KOMUDITI EKSPOR YANG MENJANJIKAN



Kutu lak atau dalam bahasa latin disebut leccifer lacca, di budidayakan di ranting pohon kesambi dan inang. Kutu lak, akan diperoduksi menjadi bahan isolator alat-alat listrik, bahan kosmetik, tinta dan plitur. Budidaya hewan ini tidak membutuhkan waktu lama. Dalam waktu lima bulan, kutu yang menempel di batang pohon sudah siap untuk dipanen.

Di Indonesia, budidaya kutu yang berasal dari India ini masih cukup langka, dan baru beberapa wilayah perhutani di Indonesia yang baru mengembangkan untuk permintaan ekspor.

Situbondo yang merupakan wilayah tandus dan memiliki kawasan perbukitan pohon jati, sangat cocok untuk budidaya kutu lak. Pasalany, setiap ada pohon jati pasti di ikuti dengan tumbuhnya pohon kesambi.

Budidaya hewan ini diawali dari bibit kutu lak yang digantungkan ke batang pohon kesambi dan pohon inang menggunakan kain kasa dalam suhu diatas 32 derajat Celsius.

Penggunaan kain kasa di maksudkan agar dapat mencegah keluarnya parasit dan predator dari lak bibit yang di tularkan, jika terpaksa menggunakan bibit lak yang mengandung parasit atau predator.

Supaya penularan mendapatkan hasil maksimum, maka hanya cabang dan trubusan yang sehat dan panjang saja yang di tulari. Maksimum berumur satu tahun. Penularan dilakukan pada saat pengunduhan, tujuannya supaya tidak terlalu banyak insekta lak terbuang.

Kutu lak yang kemudian menular sampai ke batang dan ranting pohon hingga ranting berubah seperti bisul putih. Pada bulan kelima setelah peletakan bibit sudah dapat di panen. Batang dan ranting pohon itu kemudian dipotong kecil kecil untuk kemudian di masukkan dalam sak sak selanjutnya di ekspor. Negara seperti Jerman, Jepang, Korea menjadi negara tujuan ekspor kutu lak Indonesia. Setiap sak memiliki berat antara 40 hingga 50 kilogram.

Secara ekonomis, budidaya kutu lak sangat menjanjikan. Selain, belum banyak yang menggeluti bidang ini, harga dari hasil pengolahan kutu lak masih tinggi. Dengan demikian, pemerintah seharusnya lebih mengembangkan sektor yang tentunya dapat menunjang kebutuhan masyarakatnya dengan berbagai pengembangan tekhnologi pengolahan yang di gunakan.

0 comments:

Post a Comment