MENUTURKAN SEJARAH MELALUI PAGELARAN KESENIAN



Menuturkan sejarah tidak harus dipaparkan lewat cerita lisan atau dengan bacaan. Pawai budaya dalam perayaan hari jadi Lamongan ke-441 tahun ini (20/06/2010,) bisa menjadi sebuah sarana menuturkan sejarah perjuangan kebangsaan. Langkah ini merupakan bentuk kreasi seni sekaligus mengisahkan perkembangan kesenian tempoe doeloe.

Sekitar 14 jenis seni dan budaya dari 14 Kabupaten Kota se-Jawa Timur, ditampilkan dalam parade budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Lamongan Jawa Timur ke-441.

Dengan start di depan Pendopo Lokakantra Lamongan, parade ini menampilkan sejumlah kesenian mulai dari kesenian pesisir pantai utara Jawa, kebudayaan Islam, cerita kerajaan Majapahit dan Blambangan.


Tak hanya itu, kesenian barongsai dan Tarian Ting Genting asal Kabupaten Probolinggo sebagai simbol perlawanan rakyat petani indonesia pada zaman penjajahan kolonial belanda, sempat menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton karena keunikannya.

Pagelaran pawai budaya yang menampilkan berbagai kesenian yang bersumber dari nilai-nilai budaya lokal ini, begitu berkesan pada masyarakat karena bisa mengetahui sejarah budaya leluhurnya. “Ini untuk mengajarkan kepada warga bahwa kita kaya akan budaya”, ujar Sayuri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan.

Selain menampilkan kesenian cerita petani, parade budaya ini juga menampilkan tarian seni jaranan yaitu kesenian Jaran Dor, Jaran Kepang dan Jarang Jinggo yang merupakan kesenian asli kabupaten Lamongan.

0 comments:

Post a Comment