HARGA BERAS MEROKET, PANEN PADI JUSTRU MERUGI



Kenaikan harga beras ternyata tidak di nikmati para petani padi di Gresik Jawa Timur. Di samping harga penjualan gabah tidak naik, jumlah produksi padi menurun akibat serangan hama.

Saat ini (15/07/2010,) sebagian besar petani padi di areal pertanian kecamatan duduksampeyan gresik, tengah memanen padinya. Namun serangan hama ulat dan wereng, membuat produksi padi mereka menurun antara 40 hingga 50 persen di banding musim tanam sebelumnya.

Menurut para petani di Desa Sumengko Kecamatan Duduksampeyan misalnya, cuaca tidak menentu memicu serangan hama ulat hingga menyebabkan padi membusuk. Meski kualitas padi yang tidak terserang hama masih baik, namun jumlah produksi beras menurun.

Para petani sebenarnya telah berupaya mengatasi serangan hama ini dengan menyemprotkan berbagai macam obat anti hama, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, menurunnya produksi gabah petani di rasakan para pemilik penggilingan padi. Biasanya, dalam sehari para petani mampu memasok rata-rata 15 ton gabah. Saat ini, menurun drastis mencapai antara 7 hingga 8 ton perharinya. Padahal harga gabah kering di penggilingan tidak mengalami kenaikan, yakni Rp 5.500 perkilo gramnya.

“Penurunan pasokan mencapai 40 hingga 50% dari musim panen sebelumnya”, ujar H Mustofa, salah seorang pemilik usaha penggilingan padi di desa Sumengko.

Akibat kondisi ini, para petani tidak bisa merasakan berkah kenaikan harga beras, meski harga beras tengah meroket.

0 comments:

Post a Comment