KERAJINAN ALAT MUSIK KERONCONG BERTAHAN DI TENGAH SERBUAN ALAT MUSIK MODERN



Biola, cello dan contrabass merupakan bagian dari alat perlengkapan musik keroncong. Tidak mudah untuk mendapatkan alat-alat musik tersebut. Selain harganya cukup mahal, kualitasnya terkadang tidak sebagus yang diharapkan.

Biola termasuk salah satu alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Selain biola, alat musik dawai yang juga masuk keluarga biola adalah viola, cello dan contrabass. Perbedaannya terletak pada ukurannya. Namun kualitas bunyi dan cara resonansinya sama. Deretan instrument musik tersebut adalah, kelompok alat musik inti yang mengisi orkestra simfoni kuno atau sering disebut keroncong.

Menurut beberapa referensi, akar musik keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal dengan nama fado dan diperkenalkan oleh budak dan pelaut pada sekitar abad ke 16 di nusantara.

Musik keroncong pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 70 hingga 80an. Namun kemudian meredup, karena desakan musik populer seperti pop dan rock.

Tergerak ingin melestarikan musik keroncong, seorang pengemar keroncong dari Kelurahan Kaliwungu Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, bernama Sunarbroto, sejak tahun 2000 membuat perlengkapan alat musik yang dibawa bangsa Portugis itu.

Bengkel kerjanya berada disamping kediamannya, Sunar, panggilan akrabnya bekerja dibantu oleh dua orang anggota keluarganya. Pekerjaannya membuat biola atau alat musik gesek lainnya, dilakoninya hanya jika ada pesanan.

Menurut sunar, untuk memproduksi sebuah biola berkualitas, ukulele, gitar dan bas, menggunakan kayu-kayu pilihan. Karena para penggemar musik keroncong lainnya, membutuhkan kualitas yang baik. Biasanya menggunakan kayu spruce, sejenis kayu cemara yang dipahat sehingga memiliki bentuk yang simetris dan diberi dua lubang suara. Sedangkan bagian belakang dan samping dibuat dari kayu mapel.

Leher biola, terbuat dari kayu mapel yang setipe dengan bagian belakang dan samping badan biola. Begitu juga dengan jembatan biola, terbuat dari bahan yang sama. Pada leher biola terdapat papan jari yang dibuat dari kayu eboni atau kayu lain yang dicat hitam.

Selain biola dan cello, Sunarbroto juga terampil membuat alat musik petik seperti gitar, ukulele, dan bas. Karena perlengkapan orkestra keroncong, juga membutuhkan alat-alat musik petik itu.

Sunar menambahkan, alat-alat musik keroncong, saat ini, cukup sulit didapatkan, toko-toko penjual alat musik, sangat jarang ada yang menjual seperangkat alat musik keroncong, terlebih alat musik bas.

Sunarbroto berharap, keahliannya ini bisa menjadi salah satu jalan untuk melestarikan musik keroncong. Sebagai pembuat biola, cita-cita Sunarbroto tidak muluk-muluk, yakni hanya ingin menjadi seorang pembuat biola yang berkualitas, sehingga para penggemar musik, khususnya musik keroncong, dapat memperoleh alat musik yang sesuai dengan keinginan dan dapat bersaing dengan biola buatan luar negeri.

0 comments:

Post a Comment