KOPI LUWAK ASAL BANYUWANGI LARIS MANIS DI PASAR EROPA



Kopi luwak berasal dari kotoran binatang luwak yang kemudian diproses menjadi kopi yang enak. Di Banyuwangi Jawa Timur, tepatnya di perkebunan Malangsari, milik PTPN 12 Kalibaru, memproduksi kopi luwak dengan cara membudidayakan puluhan ekor luwak. Di perkebunan tersebut, sedikitnya 70 ekor luwak diperlihara. Puluhan ekor binatang mirip musang tersebut, sengaja diperlihara untuk memproduksi kopi luwak yang terkenal di manca negara.

Binatang luwak dikenal sebagai pemakan buah-buahan termasuk buah kopi. Tak tanggung-tanggung, luwak dikenal sebagai pemilih biji kopi unggulan. Karena binatang luwak ini hanya memakan biji kopi yang berkwalitas unggul, sehingga kopi yang di hasilkannya juga berkwalitas unggul.

Dari kehebatan binatang luwak yang sangat selektif dalam memilih biji kopi yang berkwalitas unggul tersebut, luwak dipelihara untuk menghasilkan kopi luwak yang terkenal, dengan cita rasa yang menakjubkan.

Binatang luwak ditempatkan dalam kandang sebagai tempat berlindung. Setiap hari binatang yang lebih banyak beraktifitas di malam hari tersebut, diberi makan biji kopi pilihan. Nantinya biji kopi yang dimakan luwak akan dikeluar dalam lima jam kemudian berupa kotoran dengan bentuk biji kopi masih utuh. Biji kopi kotoran luwak inilah yang menghasilkan kopi cap luwak yang terkenal tersebut.

Selanjutnya, biji kopi dari kotoran luwak dicuci dan dibersihkan, lalu di lanjutkan dengan proses pengeringan. Biji kopi luwak kemudian di lembutkan dengan alat penumbuk kopi. Alat kopi luwak ini akan menyaring ampas kopi luwak dengan air mendidih, sehingga ampas kopinya dapat tersaring dengan baik.

Kopi luwak ini sangat terkenal di manca negara terutama negara-negara Eropa. Kopi luwak produksi perkebunan Malangsari di ekspor ke negara Eropa dalam bentuk bji kopi kering.

Sedangkan untuk pangsa pasar dalam negeri telah dipasarkan dalam bentuk kopi bubuk dengan harga cukup fantastis yakni 150 Ribu Rupiah per 100 gramnya. Mahalnya kopi luwak memang setara dengan aromanya yang luar biasa dan keterbatasannya di alam. Rasa kopinya begitu halus dan masih tersisa cukup lama di mulut setelah meminumnya.

0 comments:

Post a Comment