SULAP SABUT KELAPA JADI TEMPAT TIDUR YANG NYAMAN



Hampir semua orang merasa tak asing lagi dengan serabut (sabut) kelapa atau yang lebih dikenal dengan tepes. Biasanya tepes hanya di manfaatkan sebagai pembungkus buah atau sebagai pengganti kayu bakar saja. Padahal sabut kelapa ternyata mampu di ubah menjadi menjadi keset, sapu, matras, bahkan bisa menjadi sebuah kasur lengkap dengan bantal dan gulingnya yang akan menemani kita disaat tidur.

Adalah Pasutri Darda - Iswati, warga desa Rantewringin Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen Tengah mengembangkan berbagai macam produk berbahan sabut kelapa seperti kasur, bantal dan guling berbahan baku sabut kelapa. Melalui sebuah unit usaha bernama AKAS (Aneka Kerajinan Anyaman Sabut Kelapa) yang pernah mendapatkan penghargaan, Anugerah Industri Hijau 2010, dari Kementerian Perindustrian RI ini, mulai di banjiri pesanan.

Cara pembuatannya cukup sederhana, sabut kelapa yang telah dipilah langsung dirangkai menjadi sebuah gulungan tali. Gulungan tali lantas dioven selama dua jam, lalu gulungan tali kembali diurai menjadi serat sabut kelapa, yang kemudian dicetak. Proses selanjutnya adalah pengepressan. Setelah membentuk bantal, guling dan kasur, kembali melalui proses pengeringan dengan oven selama empat jam. Untuk membuat bantal dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 10 cm, diperlukan 1,2 kg sabut kelapa.

Menurut Darda, produk terbarunya mulai banyak diminati para pengusaha dari luar kota. Bahkan pesanan ada yang dari china dan amerika juga tertarik untuk membeli produk yang memanfaatkan industri hijau yang ramah lingkungan ini.

Untuk harga bantal dan guling dari sabut kelapa ini bervariasi, mulai dari Tiga Puluh Ribu hingga Enam Puluh Ribu Rupiah. Sementara, untuk kasur sabut kelapa dihargai Tiga Ratus Ribu Rupiah.

Dengan memanfaatkan 20 orang tenaga kerja, Pasutri ini, mampu memanfaatan limbah sabut kelapa (tepes) menjadi berbagai produk kerajinan lainnya, seperti keset, coconet, cocopot, dan cocofiber yang telah dipasarkan tidak hanya di Indonesia, namun sudah menembus pasaran luar negeri.

7 comments:

  1. dh
    saya tertarik dengan blog ini,dan saya sudah mencoba membuat seperti yg di atas hanya saja ada tingkat kesulitan yg belum saya pahami seperti membuat matras atau cetakan bantal / Guling,karna faktor modal selama ini saya membuat kerajinan tersebut secara manual,belum sampai ke tingkat technology,Tolong dong kami minta bantuan inspirasinya agar usaha industri kecil saya bisa berkembang,industri kecil saya ber alamatkan di Jl.Tanjung sari simpang kab Sumedang,Terima kasih

    Salam...

    ( yosepyudhapranata@live.com )

    ReplyDelete
  2. apakah merk-merk kasurnya dan dimana bisa saya dapatkan?

    lim_22_stephen@hotmail.com

    ReplyDelete
  3. bolehkan saya minta kontak person ato alamat pak darda dan bu iswati?saya sangat tertarik dengan kreatifitas dan idenya..terima kasih..
    tolong infonya nya ke email vidy_b@yahoo.com

    ReplyDelete
  4. Saya orang kebumen,mungkin tangga bapak. sy tertarik sekali dgn kerajinan bapak, bagaimana seandainya saya belajar pd bapak, atau melihat langsung proses pembuatan kerajinan dri sabut, kalau sy sudh belajar nanti kan bs kerja sama di samping itu desa kami kebanyakan adalah pengangguran kelas kakap maka dari itu sy berkeinginan untk menciptakan lapangan krj untk mereka..

    Email sy: zulfikri652@yahoo.com

    ReplyDelete
  5. Saya orang Jember Jatim, Saya tertarik sekali untuk memasarkan hasil karya bapak di kota saya Jember karena di jember masih belum ada. Kalau bisa saya minta gambar dan informasi detailnya pak sekalian dengan contact person,no HP yang bisa dihubungi dan alamat bapak, Terima kasih pak..

    Tolong infonya ke E-mail saya : nicholas7evan@gmail.com

    ReplyDelete
  6. saya tertarik ingin membeli kasur sabut kelapa ini. Bisa dihubungi dimana ya?

    tolong info ke cici.ardi@gmail.com

    ReplyDelete