BERKAH RAMADHAN, PENJUALAN BAJU KOKO MENINGKAT TAJAM



Kota Gresik Jawa Timur, di samping di kenal sebagai kota industri, juga di kenal sebagai sentra produksi baju koko atau baju taqwa. Tak lengkap rasanya menunaikan shalat tarawih maupun sholat hari raya jika tidak mengenakan baju koko. Kondisi inilah yang menyebabkan para pengusaha baju koko kualahan menerima pesanan.

Di kota Gresik, kurang lebih terdapat 10 orang pengusaha tetap baju koko yang rata-rata telah mempekerjakan sedikitnya 30 orang karyawan. Di samping itu, terdapat pula puluhan pengusaha baju koko dadakan, yang ikut memanfaatkan suasana demam baju koko ini. Berbagai jenis merek baju koko banyak di produksi para pengusaha.

Salah satu pengusaha baju koko adalah Wildan Salim, warga Kelurahan Sidokumpul Jalan Jaksa Agung Suprapto Kecamatan Kota Gresik. Di rumah ini, sedikitnya 30 orang karyawannya, harus bekerja ekstra, guna memenuhi pesanan baju koko.

Pembuatan baju takwa sebenarnya tak jauh berbeda dengan pembuata baju biasa pada umumnya. Yang membedakan hanyalah model jahitan yang cenderung mirip jubah mini dengan lengan panjang serta bagian depan yang di penuhi hiasan bordir. Motif bordiran inilah yang menjadi salah satu ukuran kualitas sebuah baju koko. Sehingga, para pengusaha terus melakukan inovasi motif bordiran agar tak kalah saing di pasaran.

Pada hari-hari normal, Wildan Salim biasanya hanya memproduksi sekitar 300 potong baju koko dalam seminggu. Namun, sejak sebulan sebelum datangnya bulan Ramadhan, produksinya meningkat menjadi 900 potong dalam seminggu.

Menurut Wildan, dalam setahun terakhir, baju koko lengan pendek semakin di minati masyarakat. Terbukti, permintaannya terus meningkat. Apalagi, baju koko lengan pendek bisa di pakai untuk beribadah maupun pada kegiatan non resmi lainnya. “Baju koko lengan pendek, lebih praktis sehingga banyak yang menyukainya terutama kalangan muda”, ujarnya.

Harga 1 potong baju koko berkisar antara 60 Ribu hingga 120 Ribu Rupiah. Di masa berkah seperti saat ini, omset penjualan Wildan bisa mencapai 750 Juta Rupiah dalam sebulan. Pemasarannya pun mencapai sebagian besar kota-kota besar di Indonesia.

Wildan Salim, merintis usaha pembuatan baju koko sejak tahun 1995 bersama kedua orang tuanya. Berbekal keterampilannya sebagai karyawan tekstil, Wildan kemudian tertarik membuka usaha baju koko di Gresik. Apalagi, orang tuanya adalah salah satu pengrajin mukena.

Dalam setahun terdapat 4 kali masa peningkatan penjualan baju koko, yaitu, menjelang bulan Ramadhan, menjelang Hari Raya Idul Fitri, menjelang musim Haji dan menjelang Maulid Nabi.

Bagi para pengusaha baju koko, berkah bulan Ramadhan tak hanya terdapat pada keagungan dan kesuciannya saja. Tapi lebih dari itu, keberkahannya juga bisa di rasakan dalam menjalankan usahanya.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...