PENGEMBANGAN PELABUHAN BRONDONG, SANGGUP DISANDARI KAPAL BESAR



Pengembangan kawasan pantura menjadi industri maritim terus berlanjut. Kali ini Pemkab Lamongan berencana membangun Pelabuhan Brondong di Desa Sedayulawas/Brondong. Di pelabuhan yang baru ini, kapal besar hingga berbobot mati 1000 Death Weight Ton (DWT) akan sanggup bersandar.

Seperti diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (KaBLH) Lamongan Aris Wibawa, rencana pembangunan Pelabuhan Brondong menjadi pelabuhan maritim adalah bagian dari pengembangan pelabuhan lama yang sebelumnya berstatus pelabuhan rakyat. “Pelabuhan Brondong ini nantinya akan sanggup dijadikan lokasi sandar kapal barang atau cargo ship dengan berat antara 200 hingga 1000 DWT, “ ujarnya saat membuka Sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Pembangunan Pelabuhan Brondong di Ruang Sabha Dyaksa komplek perkantoran Pemkab setempat, Kamis (12/8).

Sosialisasi tersebut, sambung Aris, dilaksanakan sebagai wadah konsultasi dengan masyarakat yang terkena dampak di wilayah lokasi pembangunan Pelabuhan Brondong. “Masukan serta usulan dari masyarakat terkait pembangunan pelabuhan ini akan sangat penting bagi pemrakarsa pembangunan Pelabuhan Brondong. Dari situ bisa disiapkan langkah antisipasi terhadap dampak negatifnya. Seperti sedimentasi, perubahan arus laut, polusi dan dampak ekonomi serta sosialnya. Sementara dampak positifnya akan terus dikembangkan“, urai dia.

Pelabuhan Brondong itu sendiri memerlukan lahan darat seluas 8,47 hektar dengan panjang 358 meter dan lebar 220 meter. Dengan prasarana fisik utama yang akan dibangun adalah dermaga dengan panjang 300 meter dan lebar 11 meter. Sementara kolam pelabuhan direncanakan berkedalaman hingga 4 meter LWS (low water sea atau surut terendah). Di kolam tersebut, dimater kolam putarnya (turning basin) direncanakan sebesar 192 meter.

Kemudian pada areal fasilitas darat yang berupa lahan reklamasi akan disediakan bangunan Kantor Administrasi Pelabuhan , Gudang Barang dan Lapangan Penumpukan atau stock yard. Data tersebut seperti disampaikan Titin dari PT Aka Adya Prakarsa, Surabaya, konsultan Amdal Pembangunan Pelabuhan Brondong. Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Bondong diundang dalam sosialisasi itu. Diantaranya Camat Brondong beserta muspika setempat, Kades Sedayulawas dan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan. Sementara dari Pemprov Jatim diwakili Kurniawan dari Dinas Perhubungan dan LLAJ serta Sunarta, Kabid Pengawasan dan Pengendalian pada BLH Jatim.

0 comments:

Post a Comment